Demokrat Dukung Jokowi Tanpa Syarat Jatah Menteri

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 08:51 WIB
Demokrat Dukung Jokowi Tanpa Syarat Jatah Menteri Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (kanan) menyebut partainya mendukung pemerintahan Jokowi tanpa syarat meminta jatah kursi menteri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pihaknya ingin mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanpa mengajukan konsep maupun kader di kursi menteri. Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Sikap Demokrat tersebut berbeda dengan Gerindra yang mengajukan konsep Strategi Dorongan Besar kepada Jokowi. Jika konsep tidak diterima, Gerindra tak keberatan berada di luar pemerintahan.

"Partai Demokrat berbeda soal sikap pembentukan kabinet dengan partai lain, tidak ada persyaratan baik orang maupun program," tutur Andi melalui pesan singkat, Kamis (10/10).


"Walaupun demikian partai Demokrat akan mendukung hasil pilihan rakyat ini lima tahun ke depan, ada atau tidak ada menteri dari Demokrat," lanjutnya.

Andi menegaskan Jokowi adalah pemenang Pilpres 2019 yang dipilih rakyat secara langsung. Jokowi pun sudah memiliki konsep untuk menjalankan roda pemerintahan di periode selanjutnya. Oleh karena itu, Demokrat tidak ingin mengajukan syarat apa pun.

"Karena program yang dijalankan nantinya program Jokowi, karena itu selera dan pilihan Jokowi akan menentukan," ujarnya.

Andi mengatakan keputusan Demokrat itu sudah diambil dalam Malam Kontemplasi di kediaman Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas beberapa waktu lalu. Keputusannya jelas, yakni mendukung pemerintah tanpa mengajukan syarat.

[Gambas:Video CNN]

"Saat kontemplasi sikap Demokrat jelas, akan mendukung pemerintahan tanpa syarat apapun, termasuk menteri," katanya.

Sejauh ini, Andi mengklaim Demokrat belum membicarakan soal penempatan kader di kabinet selanjutnya dengan Jokowi.

Pada prinsipnya, kata Andi, Demokrat tidak akan menyodorkan nama kepada Jokowi. Akan tetapi, kader Demokrat selalu siap jika diminta membantu dalam pemerintahan selanjutnya.

"Dalam pembentukan Kabinet ini, partai Demokrat akan memberikan siapapun nama yang akan diminta Jokowi, jika Jokowi meminta kader Demokrat menjadi menterinya," kata Andi.

(bmw/ain)