Sikap Demokrat tersebut berbeda dengan Gerindra yang mengajukan konsep Strategi Dorongan Besar kepada Jokowi. Jika konsep tidak diterima, Gerindra tak keberatan berada di luar pemerintahan.
"Partai Demokrat berbeda soal sikap pembentukan kabinet dengan partai lain, tidak ada persyaratan baik orang maupun program," tutur Andi melalui pesan singkat, Kamis (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan keputusan Demokrat itu sudah diambil dalam Malam Kontemplasi di kediaman Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas beberapa waktu lalu. Keputusannya jelas, yakni mendukung pemerintah tanpa mengajukan syarat.
"Saat kontemplasi sikap Demokrat jelas, akan mendukung pemerintahan tanpa syarat apapun, termasuk menteri," katanya.
Sejauh ini, Andi mengklaim Demokrat belum membicarakan soal penempatan kader di kabinet selanjutnya dengan Jokowi.
Pada prinsipnya, kata Andi, Demokrat tidak akan menyodorkan nama kepada Jokowi. Akan tetapi, kader Demokrat selalu siap jika diminta membantu dalam pemerintahan selanjutnya.
"Dalam pembentukan Kabinet ini, partai Demokrat akan memberikan siapapun nama yang akan diminta Jokowi, jika Jokowi meminta kader Demokrat menjadi menterinya," kata Andi.