Kivlan Zen Masuk ICU Usai Operasi, Bicaranya Masih Cadel

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 16:04 WIB
Kivlan Zen Masuk ICU Usai Operasi, Bicaranya Masih Cadel Kivlan Zen tak hadir di sidang karena masuk ICU pascaoperasi pengangkatan pecahan granat. (CNN Indonesia/ Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan kepemilikan senjata api di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Sidang telah dihadiri oleh jaksa penuntut umum dan kuasa hukum Kivlan. Sidang juga dipimpin oleh Hakim Ketua Hariono dan dua hakim anggota. Agenda sidang kali ini juga berkaitan dengan legalitas salah satu pengacara Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun.

"Apakah terdakwa dihadirkan hari ini?" tanya Hakim Hariono kepada Jaksa.


Jaksa pun menjawab kalau Kivlan masih berada di rumah sakit pasca-operasi yang dilaluinya.

"Kivlan masuk ruang ICU, belum bisa dihadirkan," tutur jaksa.

Tak Hadiri Sidang, Kivlan Zen Masuk ICU Usai OperasiFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Kuasa hukum Kivlan, Tonin mengatakan kepada hakim tentang kondisi kliennya itu. Saat ditemui Rabu (10/10) pasca-operasi, Kivlan masih belum bisa bicara dengan normal.

"Bicaranya masih rada cadel, belum normal. Mengenai hasil operasi, ini pecahan granat tahun '77 yang ada di kaki kemudian dikeluarkan," ujarnya kepada hakim.

Tonin kemudian menyinggung soal pembantaran untuk Kivlan yang dilakukan hingga sembuh akan menunda jalannya persidangan. Untuk itu dia meminta supaya hakim mau mengabulkan Kivlan menjadi tahanan kota agar dapat rawat jalan.

Namun, hakim memintanya untuk mengikuti aturan yang berlaku.

"Kami tidak ingin nanti timbul fitnah orang sakit kok dipaksa sidang. Meskipun sakit asal terdakwa setuju bisa diperiksa. Aturan Undang-Undang begitu. Orang sakit enggak bisa dipaksa untuk sidang," tutur hakim.

Hakim memutuskan untuk menunda sidang Kivlan hingga Kamis pekan depan.

[Gambas:Video CNN]
Kivlan seharusnya menjalani operasi pada bagian kaki kanannya hari Sabtu (5/10). Namun, itu terpaksa diundur dan baru dilakukan pada hari ini.

Operasi yang dijalani Kivlan adalah untuk mengeluarkan butiran sisa granat nanas yang masuk ke dalam kakinya sejak Mei 1977.


(gst/arh)