Ibu kandung Akbar, Rosminah, mengonfirmasi Akbar telah meninggal dunia hari ini setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Anak saya meninggal, Mas," kata Rosminah kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang kerabat Akbar, Dadang, sempat menemui CNNIndonesia.com di depan ruang tunggu keluarga.
Akbar Alamsyah sempat hilang usai kerusuhan di Gedung MPR/DPR RI pada 25 September lalu. Dia kemudian ditemukan terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Keluarga menemukan Akbar sudah dalam keadaan kritis beberapa waktu setelahnya. Ia pun akhirnya dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk menjalani perawatan.
"Dia hilang tanggal 25 dan baru ditemukan pada 28. Benar koma. Sama kondisinya seperti Faisal mahasiswa Al-Azhar. Tempurung kepala pecah," kata pengacara publik dari LBH Jakarta Nelson Simamora saat dihubungi pekan lalu.
Sebelumnya, kepolisian mengklaim luka berat yang diderita salah satu peserta demo di depan gedung DPR pada 25 September, Akbar Alamsyah, akibat terjatuh saat melompati pagar untuk menghindari kerusuhan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan hal tersebut saat ditanya soal kecurigaan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) terkait kasus Akbar itu.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur sebelumnya mencurigai ada yang disembunyikan oleh kepolisian lantaran proses investigasi tampak tertutup. Isnur menduga Akbar mendapati kekerasan yang brutal hingga tidak sadarkan diri.
[Gambas:Video CNN] (dhf/asa)