Akbar Alamsyah Peserta Demo 25 September Meninggal Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 18:52 WIB
Akbar Alamsyah Peserta Demo 25 September Meninggal Dunia Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Remaja bernama Akbar Alamsyah yang sempat mengalami luka parah saat kericuhan di sekitar Gedung MPR/DPR RI pada 25 September 2019 meninggal dunia di RSPAD, Jakarta.

Ibu kandung Akbar, Rosminah, mengonfirmasi Akbar telah meninggal dunia hari ini setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Anak saya meninggal, Mas," kata Rosminah kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (10/10).


CNNIndonesia.com sempat berkunjung ke ruangan rawat inap Akbar di kamar 208 RSPAD Gatot Soebroto. CNNIndonesia.com sempat melihat Fitri, kakak kandung Akbar menangis.


Seorang kerabat Akbar, Dadang, sempat menemui CNNIndonesia.com di depan ruang tunggu keluarga.

"Sekarang keluarga sedang berduka, nanti saja ya Mas," ucap Dadang.

Akbar Alamsyah sempat hilang usai kerusuhan di Gedung MPR/DPR RI pada 25 September lalu. Dia kemudian ditemukan terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Keluarga menemukan Akbar sudah dalam keadaan kritis beberapa waktu setelahnya. Ia pun akhirnya dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk menjalani perawatan.


"Dia hilang tanggal 25 dan baru ditemukan pada 28. Benar koma. Sama kondisinya seperti Faisal mahasiswa Al-Azhar. Tempurung kepala pecah," kata pengacara publik dari LBH Jakarta Nelson Simamora saat dihubungi pekan lalu.


Sebelumnya, kepolisian mengklaim luka berat yang diderita salah satu peserta demo di depan gedung DPR pada 25 September, Akbar Alamsyah, akibat terjatuh saat melompati pagar untuk menghindari kerusuhan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan hal tersebut saat ditanya soal kecurigaan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) terkait kasus Akbar itu.

Ketua YLBHI Muhammad Isnur sebelumnya mencurigai ada yang disembunyikan oleh kepolisian lantaran proses investigasi tampak tertutup. Isnur menduga Akbar mendapati kekerasan yang brutal hingga tidak sadarkan diri.


[Gambas:Video CNN] (dhf/asa)