Bernard diduga terlibat melakukan penganiayaan dan penculikan kepada pegiat media sosial Ninoy Karundeng.
"Langkahnya, kita akan dampingi secara hukum. Kita siapkan 100 lawyer untuk para Ustaz Bernard dan aktivis lainnya," kata Slamet saat ditemui Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Minggu (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga sudah minta penangguhan penahanan karena alasan medis Bernard dalam kondisi sakit, masih harus kontrol seminggu tiga kali ke dokter. Ini sudah kita ajukan moga-moga ada hasilnya," kata Slamet.
[Gambas:Video CNN]
Bernard, kata Slamet, sama sekali tak melakukan sentuhan fisik dengan Ninoy saat insiden penganiayaan itu terjadi.
"Info yang terjadi kan pemukulan itu terjadi di luar, dibawa ke masjid karena diamankan oleh teman-teman dari DKM masjid. Jadi terlalu mengada-ada seperti yang diutarakan pihak kepolisian," kata dia.
Selain itu, Slamet turut mendesak pihak kepolisian untuk membuka CCTV yang terletak di sekitar area Masjid Al-Falah. Hal itu menyingkap kejadian sebenarnya agar kriminalisasi terhadap ulama seperti yang dialami Bernard tak terjadi lagi.
"Kemudian dibuka juga CCTV. Siapa yang menggandeng Ninoy, kemudian menunjukkan identitas dirinya sebagai cebong dan mata-mata," katanya. "Itu kan penyebab yang memancing. Dari sini kita belum bisa melihat, justru yang dibidik secara hukum adalah teman-teman yang ada di masjid. Padahal salah, mereka yang menyelamatkan amukan massa kepada Ninoy," kata dia.