Laporan pada Jerinx dan Hanum soal Wiranto Mulai Diselidiki

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 10:16 WIB
Laporan pada Jerinx dan Hanum soal Wiranto Mulai Diselidiki Penggebuk drum Superman Is Dead, Jerix. (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya bakal menyelidiki laporan terhadap politikus PAN Hanum Rais, anggota band Superman is Dead (SID) Jerinx , pegiat media sosial Jonru Ginting, serta dua orang lainnya terkait unggahan di media sosial mengenai insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menerima laporan itu dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan.

"Laporan sudah kita terima, kita selidiki," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (14/10).


Polisi berencana memanggil pelapor untuk dimintai klarifikasi perihal laporan yang dibuatnya.

Laporan terhadap Hanum Rais, Jerinx, hingga Jonru dilayangkan oleh seseorang bernama Jalaludin pada Jumat pekan lalu. Selain melaporkan tiga orang tersebut, Jalaludin juga melaporkan dua orang lain yakni Bhagavad Samabhada dan Gilang Kazuya Shimura.

Total ada tiga akun Twitter dan dua akun Facebook yang dilaporkan. Tiga akun Twitter itu adalah @hanumrais (Hanum Salsabiela Rais), @JRX_SID (I Gede Ari Astina/Jerinx), serta @fullmoonfolks (Bhagavad Samabhada).

Sedangkan dua akun Facebook atas nama Jonru Ginting dan Gilang Kazuta Shimura.

Pegiat media sosial Jonru Ginting. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Akun-akun tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong terkait peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Bapak Wiranto di Menes, Pandeglang, Kamis 10 Oktober 2019," kata kuasa hukum Jalaludin, Muannas Alaidid saat dikonfirmasi, Jumat (11/10).

[Gambas:Video CNN]
Laporan itu diterima polisi dengan nomor laporan LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Oktober 2019. 

Dalam laporan itu pihak pelapor tercatat bernama Jalaludin. Sedangkan, pihak terlapor yakni pengguna akun Facebook bernama Gilang Kazuya Shimura dan Jonru Ginting serta pengguna akun Twitter bernama Hanum Salsabiela Rais, I Gede Ari Astina/Jerinx, serta Bhagavad Samabhada.

Mereka dilaporkan terkait tindak pidana menyebarkan informasi bermuatan SARA melalui media elektronik Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (dis/wis)