"Kegiatan yang sifatnya seremonial, protokoler, tidak perlu diprioritaskan, supaya mereka [prajurit] benar-benar fokus. Itulah komunikasi kami terakhir dengan Pangdam di Palembang," ujar Andika di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi asap dampak kebakaran hutan saat ini di Sumatera Selatan, terutama Palembang, mencapai titik terekstrem.
Berdasarkan pantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tanggal 14 Oktober 2019, tercatat titik panas di Sumsel mencapai 260 titik. Yang terbanyak ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, yakni 139 titik panas, dan Kabupaten Banyu Asin 67 titik panas.
Warga Palembang juga mengeluhkan kabut asap kebakaran yang pekat hingga mengganggu pernafasan serta jarak pandang. Amelia, warga Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, mengaku terkejut ketika ke luar rumah pada Senin (14/10) pukul 06.30 WIB.
"Saya terkejut, kenapa gelap ini. Kemarin-kemarin ada kabut asap, tapi tidak separah hari ini," tutur Amelia dikutip dari Antara, Senin (14/10).