Moeldoko Akui Jokowi Puyeng Atur Menteri dari Koalisi

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 16:57 WIB
Moeldoko Akui Jokowi Puyeng Atur Menteri dari Koalisi Moeldoko akui Jokowi pusing menentukan menteri di kabinet baru. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui Presiden Joko Widodo (Jokowi) puyeng mengatur porsi menteri dari partai koalisi pendukung. Moeldoko menyebut hal itu bisa saja terjadi ketika menghadapi banyak pihak.

Moeldoko merespons pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid yang menilai Jokowi saat ini sedang puyeng memikirkan porsi menteri untuk partai pendukung.

"Ya pasti lah, menghadapi orang banyak puyeng. Biasa itu," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (16/10).


Namun, Moeldoko enggan bicara lebih lanjut soal kabinet Jokowi periode kedua. Ia meminta agar wartawan bertanya hal yang ringan-ringan diakhir masa tugasnya sebagai kepala staf kepresidenan.

"Wes ojo takono itu. Yang ringan-ringan aja. Coba tanya Pak Moeldoko setelah dua hari mau ngapain gitu loh," ujarnya sambil tersenyum.


Hidayat Nur Wahid menilai saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang puyeng memikirkan porsi menteri untuk partai pendukung.

Hidayat menyebut kerumitan ini tak terlepas dari jumlah partai koalisi yang banyak dan ditambah rencana bergabungnya partai lain, seperti Demokrat dan Gerindra.

"Pak Jokowi saja saya kira hari-hari ini cukup puyeng memikirkan porsi kementerian untuk seluruh partai pendukungnya. Kan partai pendukung beliau tidak sedikit," kata Hidayat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/10).

Dalam Pilpres 2019, Jokowi diusung sejumlah partai, antara lain PDI-Perjuangan, PKB, NasDem, Golkar, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI, serta PBB yang bergabung belakang. Belakangan, Demokrat dan Gerindra disebut akan merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

[Gambas:Video CNN]

Hidayat melanjutkan bahwa Jokowi sempat menyatakan komposisi kabinet akan berisi kalangan politisi dan profesional, dengan komposisi 45 dan 55 persen. Menurutnya, kondisi tersebut yang membuat Jokowi akan kesulitan.

"Padahal kan partai pendukung dia aja lebih dari 6. Pasti tidak mudah membagi," tuturnya.

Jokowi sendiri mengklaim telah selesai menyusun Kabinet Kerja Jilid II. Namun, ia mengakui masih mungkin terjadi perombakan. Mantan wali kota Solo itu mengatakan akan banyak muka baru dalam kabinet periode keduanya.

"Ya adalah (yang dipertahankan), yang lama ada. Yang baru banyak," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10).


Jokowi menyatakan nomenklatur kementerian juga sudah selesai disusun. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut bakal ada nomenklatur baru dalam kabinet selanjutnya.

Menurutnya, pengumuman kabinet baru secepatnya dilakukan usai dirinya bersama Ma'ruf Amin dilantik.

"Ya secepatnya (diumumkan) setelah pelantikan," tuturnya.

(fra/DAL)