Penutupan Jalan Depan DPR untuk Antisipasi Demo

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 08:38 WIB
Penutupan Jalan Depan DPR untuk Antisipasi Demo Penutupan jalan di depan DPR untuk mengantisipasi demonstrasi. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menutup ruas jalan di depan Gedung MPR/DPR mulai Rabu (16/10) sekitar pukul 23.00 WIB hingga kini.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M Nasir mengatakan penutupan jalan itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan aksi demo di sekitar Gedung DPR.

"Antisipasi unras [unjuk rasa]," kata Nasir saat dikonfirmasi, Kamis (17/10).


Nasir menyampaikan penutupan jalan itu bersifat situasional. Nantinya, jika tak ada lagi potensi gangguan terhadap arus lalu lintas maka ruas jalan akan kembali dibuka.


Di sisi lain, disampaikan Nasir, pihaknya masih belum menyiapkan penutupan maupun rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Merdeka. Padahal, dari informasi yang beredar, diketahui hari ini para mahasiswa akan melakukan demonstrasi di depan Istana bertepatan dengan mulai berlakunya Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) hasil revisi.

"Belum ada (rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Merdeka)," ucap Nasir.

"Tidak ada [penutupan], normal," sambungnya.

Berikut penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR:

1. JCC Senayan arah Slipi diarahkan ke kiri arah Lapangan Tembak Senayan.
2. Lalu lintas dari Lapangan Tembak arah Slipi diarahkan naik layang Farmasi arah Ladokgi atau Jalan Bendungan Hilir.
3. Lalu lintas dari Palmerah arah Lapangan Tembak dialihkan ke arah Pejompongan.
4. Pintu keluar tol arah DPR RI dialihkan lurus ke pintu keluar tol Slipi Jaya.


Polres Karawang Akan Cegah Massa


Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah menyatakan pihaknya akan membantu mencegah setiap kelompok masyarakat yang melewati wilayahnya berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Kami pastikan akan mencegah jika ada gerakan masyarakat yang akan berunjuk rasa ke Jakarta," katanya seperti dilansir Antara.

[Gambas:Video CNN]
Terkait dengan kemungkinan kelompok mahasiswa dan pelajar Karawang yang akan berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden, ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Tetapi untuk sementara ini, jajaran kepolisian dari Polres Karawang belum menemukan indikasi kelompok mahasiswa atau pelajar Karawang yang akan berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden.

(dis/kid)