Menurutnya, salah satu pihak kini melakukan negosiasi. Padahal negosiasi dengan pihak swasta lain berjalan lancar.
"Swastanya ada Aetra (PT Aetra Air Jakarta) ada Palyja (PT PAM Lyonnaaise Jaya), saya tidak perlu sebutkan yang mana [yang mandek], tapi dengan satu pihak, sudah berlangsung progresif, satu pihak mandek," ujar Anies di Balaikota Jakarta, Selasa (15/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mandek itu dalam artian, bukan kaminya berhenti bicara, tapi posisi mereka belum berubah. Nah kami dalam proses pembicaraan dengan mereka," jelasnya.
Pada 10 Mei lalu, Anies sempat mengatakan PD PAM Jaya sudah menandatangani kesepakatan awal (Head of Agreement) dengan Aetra. Sedangkan untuk Palyja, Anies pernah menyebut perusahaan swasta itu masih belum memiliki iktikad baik.
"Palyja tidak kooperatif dan iktikad untuk bertanggungjawab atas penyediaan air warga Jakarta," kata Anies kala itu.
[Gambas:Video CNN]
Sudah 20 tahun pengelolaan air dilakukan oleh pihak swasta. Namun di awal 2019, Anies menyatakan akan mengambil alih pengelolaan air itu.
Hal ini bertujuan untuk memastikan target layanan dasar air minum perpipaan dapat dituntaskan pada 2030 dengan akses 100 persen, sejalan dengan amanat PBB dalam hal pembangunan yang berkelanjutan (SDG) yang menargetkan 100 persen cakupan layanan pada tahun 2030.