Bamsoet mengatakan itu usai mengantarkan undangan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin ke Rumah Dinas Wakil Presiden, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
"Pak JK menyarankan terbuka atas aspirasi publik aspirasi yang berkembang di masyarakat atas rekomendasi MPR periode lalu tentang amendemen [UUD 1945] terbatas dan adanya rencana hidupkan kembali GBHN," kata Bamsoet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sampaikan pada JK, kami buka diri pada aspirasi publik," tuturnya.
Di tempat yang sama, Bamsoet mengatakan JK juga memberikan masukan ihwal hubungan antara lembaga-lembaga tinggi negara. Terlebih, saat ini juga tidak ada lembaga tertinggi negara. Semuanya setara.
Tidak seperti pada Orde Baru dulu, ketika MPR merupakan lembaga tertinggi negara.
"Yang menjadi pertanyaan Pak JK, siapa mengawasi siapa. Ini yang memang perlu kita pelajari kembali gimana kedudukan MPR di masa yang akan datang diantara lembaga-lembaga lain," kata dia.
Sementara itu, JK menyatakan bakal menghadiri pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden 2019-2024. Menurutnya, itu sudah menjadi kewajiban untuk ikut menyaksikan pelantikan Ma'ruf Amin yang akan menjadi penggantinya nanti.
"Saya harus menyaksikan pelantikan baru. Saya mengucapkan terima kasih selama lima tahun terakhir. Insyaallah saya hadir. Memang kewajiban saya hadir," kata JK.
[Gambas:Video CNN] (rzr/bmw)