Hal itu disampaikan Imannuel usai bersama ratusan relawan pendukung bertemu Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi presiden menegaskan kalau semua masuk dalam pemerintahan itu tidak baik dalam demokrasi, itu tidak baik dalam demokrasi. Presiden menegaskan itu," ujarnya.
Menurutnya, seluruh relawan menerima keputusan politik yang diambil oleh Jokowi tersebut. Meskipun, ia mengaku kecewa lantara Gerindra merupakan kompetitor yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
"Tapi kan ini pilihan politik. Karena bagaimana pun presiden punya pertimbangan pertimbangan rasional. Itu sudah pilihan yang terbaik. Karena bangsa ini kan butuh rekonsiliasi," katanya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi mengaku membicarakan kemungkinan Gerindra bergabung dalam koalisi pemerintah.
Lihat juga:Fadli Zon Tepis Isu Jadi Menteri Jokowi |
Sementara itu, Prabowo mengaku partainya siap membantu pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, kata Prabowo, jika tidak masuk dalam kabinet, Gerindra siap menjadi penyeimbang yang loyal.
"Kalau umpamanya kita tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai checks and balances, sebagai penyeimbang. Kan kita di Indonesia enggak ada oposisi. Tetap kita merah putih di atas segala hal, kita akan berperan," kata Prabowo. (fra/arh)