Sumarsih berujar Prabowo merupakan terduga dalang penculikan aktivis prodemokrasi pada 1998. Berdasarkan hal itu, ia mewanti-wanti agar masyarakat bersiap terhadap segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Selain itu, dia juga meminta Jokowi introspeksi supaya tidak diculik.
"Ya, bersiap-siaplah rakyat Indonesia untuk menjadi korban. Terutama Pak Jokowi pun juga harus introspeksi mudah-mudahan Pak Jokowi tidak diculik. Karena apapun nafsu kuasa Prabowo sangat besar untuk menjadi presiden," ujar Sumarsih di Taman Aspirasi dalam Aksi Kamisan ke-607 bertajuk 'Kabinet Indonesia Maju Mengawali Hari Kelam Bagi HAM', Jakarta, Kamis (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan tersebut, tambah dia, memiliki kemiripan dengan Wiranto yang pada akhirnya mendapat jabatan sebagai Menko Polhukam di Pemerintahan Jokowi.
Melihat hal tersebut, ibunda Benardinus Realino Norma Irawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I itu pun hanya bisa berharap agar Jokowi menepati janjinya saat kampanye Pemilu 2014 dan 2019.
"Jangan jadikan Nawacita jadi duka cita. Terutama khususnya bagi rakyat yang memilih Pak Jokowi," ujarnya.
Peserta Aksi Kamisan lainnya asal Karawang, Adit mengatakan pengangkatan Prabowo sebagai menteri merupakan bentuk keserampangan Jokowi. Senada dengan Sumarsih, dia menuturkan tidak menutup kemungkinan pelanggaran-pelanggaran terhadap HAM akan terjadi lagi.
"Mengapa? Karena seluruh menteri yang diisi oleh jenderal-jenderal yang tentu saja rekam jejaknya belum tentu ramah terhadap HAM. Contoh saja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)