Berniat Bereskan Meja, Luhut Malah Diminta Jadi Menteri

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 09:35 WIB
Berniat Bereskan Meja, Luhut Malah Diminta Jadi Menteri Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke istana untuk mengangkatnya kembali menjadi 'pembantu' di pemerintahan jilid kedua ini lagi-lagi mendadak.

Ini merupakan panggilan mendadak keempat yang diterima Luhut dari istana jelang pergantian kabinet kerja Jokowi.

Pertama, saat ia ditunjuk untuk menjadi Kepala Staf Presiden pada 2015 lalu. Kedua, ketika ia dipindahkan dan dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan pada 2016.



Ketiga, Jokowi kembali memindahkannya ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menggantikan Rizal Ramli. Keempat, Luhut diminta untuk menjadi nahkoda di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di mana kali ini ditambah dengan 'embel-embel' investasi.

"Secara total, sudah empat kali saya menjalani proses pindah jabatan selama pemerintahan Pak Jokowi. Meskipun demikian ada satu hal yang terus terulang, saya selalu diberitahu mendadak," tulis Luhut melalui unggahan status dalam akun Facebook-nya pada Sabtu (26/10).

Pria berusia 72 tahun ini mengaku mendapat panggilan telepon dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno jelang pukul 18.00 WIB pada 22 Oktober 2019.

Ketika itu, Luhut hampir mengirim pesan melalui WhatsApp kepada sekretaris pribadinya untuk merapikan semua barang dari kantor.

"Pak Luhut besok datang dilantik," kata Pratikno.

"Saya dilantik apa?" tanya Luhut.

"Lho kan Pak Luhut tetap jadi Menko Maritim," jawabnya.

"Kok saya nggak diberitahu?" kembali Luhut bertanya.

"Pak Luhut kan nggak perlu diberitahu, kan sudah terpatri," jawab Pratikno.


Tak lama kemudian, protokol istana pun menelepon Luhut. Ia diberitahu kalau Jokowi sudah menunggunya.

Setelah panggilan itu, Luhut pun langsung bergegas ke Istana Merdeka untuk bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia.

Ia menjadi orang yang terakhir sampai setelah beberapa calon menteri sudah dipanggil lebih dulu.

"Saya baru tiba di pelataran Istana Merdeka jam tujuh malam kurang beberapa menit. Itu karena jam enam lewat saya baru ditelepon protokol istana," kenang Luhut.

Sesampainya di istana, sesi wawancara pun dilakukan oleh Jokowi kepada Luhut.

Usai wawancara, keduanya membicarakan sejumlah topik di luar tugas Luhut sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Namun, Luhut tak lagi bertanya alasan Jokowi yang selalu memanggilnya secara mendadak ke istana jelang pergantian jabatan.

Ia mengaku sudah bisa menebak jawaban mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Pak Luhut sudah tahulah itu, pasti begitulah jawaban Pak Jokowi sama saat melantik saya pertama kali menjadi Kepala Staf Presiden 2015 lalu," ucap Luhut.

Kalimat yang sama pun kembali didapatkannya saat ia bertanya mengenai pemanggilan mendadak menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sebagai informasi, Jokowi melantik seluruh menteri yang masuk dalam kabinet kerja di pemerintahan keduanya pada Rabu (23/10).


[Gambas:Video CNN]

(aud/ard)