Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10). Hadir dalam rapat itu antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama dengan BUMN kerja sama dengan swasta terus dilakukan. Bahkan kita ingin agar produk-produk yang ada itu bisa kita ekspor," kata Jokowi menambahkan.
"Sehingga nanti langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan kita ini tepat. Saya kira itu. Berilah waktu beberapa saat ya," kata Prabowo.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Trenggono sepakat dengan Jokowi agar Indonesia memiliki industri pertahanan strategis. Menurutnya, ke depan masalah perang bukan hanya soal persenjataan, tetapi juga terkait pertahanan siber.
"Harus kuat di sektor cyber defense, AI, dan IoT itu enggak bisa enggak, dia harus. Nanti ada anggaran di Departemen Pertahanan yang tentu kita akan alokasikan sedapat mungkin kita berikan industri dalam negeri," katanya. (fra/wis)