Polri Sebut Pengungkapan Kasus Novel Tergantung Rida Tuhan

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 14:54 WIB
Polri Sebut Pengungkapan Kasus Novel Tergantung Rida Tuhan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengklaim pihaknya telah mendapat temuan signifikan dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Iqbal memohon doa agar pihaknya bisa mengungkap kasus air keras Novel.

"Doakan saja, Insyaallah kalau Tuhan rida, kami akan mengungkap kasus ini," kata Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/11).


Iqbal menyatakan Tim Teknis bentukan Polri terus bekerja maksimal sampai hari ini untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap salah satu penyidik senior KPK itu. Ia menyebut kasus Novel tersebut diharapkan bisa selesai tahun ini.


"Mereka melakukan upaya-upaya maksimal untuk mengungkap kasus ini, peristiwa ini," ujarnya.

Namun, Iqbal mengatakan pihaknya tak bisa mengungkap temuan signifikan dalam penyelidikan kasus yang sudah berjalan dua tahun lebih. Jenderal bintang dua itu khawatir hasil temuan yang diungkap dapat mengganggu penyelidikan.

"Sudah saya sampaikan bahwa tidak bisa kami buka di sini. Kalau kami buka, akan mengendap ini semua. Bisa mulai dari nol lagi," tuturnya.

Iqbal menyebut Kapolri Jenderal Idham Azis bakal melakukan upaya maksimal membongkar pelaku penyiraman air keras ke Novel. Tim Teknis yang sudah bekerja tiga bulan juga akan dievaluasi. Menurutnya, kasus ini akan mendapat atensi dari Kabareskrim baru.

"Kabareskrim yang baru akan diperintahkan untuk segera menuntaskan kasus Novel Baswedan," katanya.

Idham sendiri tak banyak bicara soal pengungkapan kasus Novel. Dia malah memilih mengakhiri wawancara dengan para wartawan saat ditanya soal kasus Novel. Idham yang dikerubungi wartawan usai dilantik sebagai Kapolri, meninggalkan sesi tanya jawab ketika ada yang bertanya soal Novel.

[Gambas:Video CNN]

Sebelum menjabat kapolri, Idham memegang dua jabatan yang bersinggungan dengan kasus tersebut.


Idham pernah memimpin penyelidikan atas kasus Novel saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Ketika menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Idham juga belum bisa menuntaskan kasus Novel.

Dia pun tercatat sebagai penanggung jawab Tim Teknis Polri dalam penuntasan kasus Novel. Namun, tim ini tak mampu memenuhi tenggat Jokowi selama tiga bulan sejak 19 Juli 2019. (fra)