Pembangunan SDM Industri Kompeten pada Revolusi Industri 4.0

Advertorial, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 00:00 WIB
Pembangunan SDM Industri Kompeten pada Revolusi Industri 4.0 Foto: Dok BPSDMI
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar kegiatan untuk menjalin kerja sama antar lembaga guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Unggul di era Industri 4.0.

Pada kesempatan ini, lokasi yang dipilih adalah Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang memiliki spesialisasi di bidang animasi dan digital content.

Kepala BPSDMI Eko S.A. Cahyanto yang membuka kegiatan ini, mengatakan dalam era transformasi Industri 4.0, diperlukan pembaruan pola kerja sama antara berbagai pihak dan lembaga. Utamanya dalam hal peningkatan kualitas SDM guna menciptakan SDM Unggul Industri 4.0.


"Presiden RI Bapak Joko Widodo juga telah menegaskan bahwa Indonesia memfokuskan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai salah satu bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi dan menyambut industri 4.0," ujarnya.

Eko juga menyampaikan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus didukung dengan pengembangan kualitas SDM industri yang unggul guna mencapai visi Indonesia maju.

Menurut Eko, BPSDMI Kementerian Perindustrian RI melalui 7 BDI yang berada di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dengan spesialisasi kompetensi yang berbeda-beda, bertekad untuk terus mencetak SDM industri yang terlatih, kompeten, dan siap kerja.

"Selaras dengan visi Balai Diklat Industri menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri berbasis spesialisasi, kompetensi dan berdaya saing. BDI memiliki peran yang cukup penting dalam hal transisi dan penambahan skill tenaga kerja industri yang instan," ujarnya.

BDI, kata Eko, memiliki dua program unggulan yaitu, diklat 3 in 1 dan Inkubator bisnis. Diklat 3 in 1 ini mengacu kepada pelatihan, sertifikasi, dan penempatan. Hal ini didorong dengan adanya kerja sama yang baik dengan industri.
Foto: Dok BPSDMI
"Adanya MOU yang dilakukan dengan tiap-tiap industri yang membutuhkan tenaga kerja yang bersertifikasi sesuai dengan kebutuhan industri tersebut, BDI melakukan pelatihan sesuai dengan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan dan atau keahlian (skills), serta sikap kerja (attitude) yang relevan," ujarnya.

"Dan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang tertera pada SKKNI," imbuhnya.

Sementera Inkubator bisnis, Lanjut Eko, merupakan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan atau pembinaan elemen bisnis lainnya.

Program ini bertujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang profitable, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi perusahaan yang sustainable, hingga akhirnya memberi dampak domino yang juga menjadi penyerap tenaga kerja industri baru.

"Dengan adanya evolusi industri 4.0, BDI juga berperan dalam pemetaan skill apa yang menjadi kebutuhan Industri di masa yang akan datang. Sehingga kesiapan SDM tenaga kerja industri kita siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0," ujarnya.

"Dengan kesiapan SDM kita ini, hal ini juga menjadi faktor penentu dalam penanam investasi di masa yang akan datang," tambah Eko.

Apalagi sepanjang 2018, lanjut Eko, industri kreatif mampu menyumbang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar Rp 1.000 triliun. Adapun tiga sub sektor yang menjadi penopang utamanya, yaitu industri kuliner sebesar 41,69%, fashion 18,15% dan kriya 15,70%. Sementara kontribusi industri animasi terus meningkat yang saat ini sudah 6%.

Sementara itu, Kepala BDI Denpasar Paryono menyampaikan, bahwa sesuai dengan amanat UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta penunjukkan Balai Diklat Industri Denpasar sebagai Bali Creative Industry Center dengan lima fungsi, antara lain menjadi Pusat Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Pusat Promosi dan Pemasaran, Pusat Pengembangan Industri Software dan Konten, serta Pusat Inkubasi Bisnis.

Paryono juga mengatakan untuk tahun 2019 ini, Balai Diklat Industri Denpasar menargetkan mampu menghasilkan lulusan pendidikan dan pelatihan hingga 2.000 orang lulusan.

"Berbagai program pelatihan telah dilaksanakan dari awal Januari dan nanti berakhir di bulan Desember yang meliputi pelatihan di bidang animasi, programming, dan desain grafis," ujar Paryono.

"Tidak hanya Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja), pembinaan sumber daya manusia industri kreatif yang dilaksanakan juga mencakup program kewirausahaan melalui Inkubator Bisnis Tohpati dan bengkel kerajinan BIKIN Makerspace," pungkasnya. (adv/adv)