Ma'ruf menyampaikan itu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11).
"Dalam rangka membangun Indonesia, Indonesia yang lebih baik, mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Rais Aam PBNU itu menuturkan perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad kala itu juga super cepat karena hanya berlangsung selama 23 tahun. Perubahan pun dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan dengan santun dan lembut.
"Oleh karena itu, pemerintah membangun pelayanan kesehatan, dan juga berusaha menekan stunting, supaya tidak memberikan pengaruh sumber daya manusia yang lemah," tuturnya.
"Bukan hanya bisa bekerja, tapi bisa menghasilkan pekerjaan yang besar, yang high impact, bukan sekadar bekerja," ujarnya.
Sementara itu usai acara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sengaja memberi Ma'ruf kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Jokowi menyebut hal itu juga bentuk penghormatan terhadap Ma'ruf yang memang ahli agama.
"Beliau kan ahlinya. Benar kan tadi kan. Apa yang beliau sampaikan tadi, itulah yang harusnya kita kerjakan," kata Jokowi.
Saat disinggung apakah Ma'ruf akan selalu berbicara dalam acara keagamaan, Jokowi menyatakan kemungkinan bisa secara bergantian. Jokowi mengaku dirinya dan Ma'ruf bakal saling mengisi dalam pemerintahan lima tahun ke depan.
"Bisa saja bergantian Pak Kiai, Pak Wapres bergantian. Saling mengisi," ujarnya.