Ma'ruf Ingin Tiru Nabi Muhammad Bangun Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 22:15 WIB
Ma'ruf Ingin Tiru Nabi Muhammad Bangun Indonesia Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah ingin meniru Nabi Muhammad SAW dalam mengubah kehidupan masyarakat (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah ingin meniru dan meneladani cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam mengubah kehidupan masyarakat di masa silam. Pemerintah ingin menerapkan itu demi membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Ma'ruf menyampaikan itu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11).

"Dalam rangka membangun Indonesia, Indonesia yang lebih baik, mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi," tuturnya.


Ma'ruf mengatakan Nabi Muhammad adalah tokoh perubahan yang luar biasa. Menurutnya, Nabi Muhammad telah berhasil mengubah masyarakat yang terbelenggu jahiliah menjadi 'khairul ummah' atau masyarakat yang terbaik.

Mantan Rais Aam PBNU itu menuturkan perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad kala itu juga super cepat karena hanya berlangsung selama 23 tahun. Perubahan pun dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan dengan santun dan lembut.

"Perubahan yang dilakukan Rasulullah adalah perubahan pada manusianya, dari akidahnya, cara berpikirnya, dan perilakunya," ujarnya.
Terkait Indonesia, kata Ma'ruf, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk lima tahun mendatang. Dia mengatakan pemerintah ingin membangun manusia yang unggul, sehat, cerdas, produktif, memiliki daya saing, serta berakhlakul karimah.

"Oleh karena itu, pemerintah membangun pelayanan kesehatan, dan juga berusaha menekan stunting, supaya tidak memberikan pengaruh sumber daya manusia yang lemah," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Langkah yang akan ditempuh pemerintah, kata Ma'ruf, melakukan reformasi pendidikan, baik formal maupun vokasi. Ia menyebut pemerintah juga terus mendorong lahirnya tenaga kerja yang produktif.

"Bukan hanya bisa bekerja, tapi bisa menghasilkan pekerjaan yang besar, yang high impact, bukan sekadar bekerja," ujarnya.

Sementara itu usai acara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sengaja memberi Ma'ruf kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Jokowi menyebut hal itu juga bentuk penghormatan terhadap Ma'ruf yang memang ahli agama.

"Beliau kan ahlinya. Benar kan tadi kan. Apa yang beliau sampaikan tadi, itulah yang harusnya kita kerjakan," kata Jokowi.

Saat disinggung apakah Ma'ruf akan selalu berbicara dalam acara keagamaan, Jokowi menyatakan kemungkinan bisa secara bergantian. Jokowi mengaku dirinya dan Ma'ruf bakal saling mengisi dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

"Bisa saja bergantian Pak Kiai, Pak Wapres bergantian. Saling mengisi," ujarnya.
(fra/bmw)