Samtama, Kolaborasi Anies dan Warga DKI Atasi Sampah

Pemprov DKI Jakarta, CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 06:26 WIB
Samtama,  Kolaborasi Anies dan Warga DKI Atasi Sampah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga untuk berkolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk mengurangi sampah rumah tangga melalui Gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama).

Ini merupakan program mengatasi sampah melalui RW-RW percontohan untuk pengurangan sampah sejak dari sumber sampah. Samtama telah gencar dilakukan di RW-RW Jakarta dengan 22 RW sebagai pelopornya.

Program itu meliputi pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, seperti menggunakan wadah daging kurban ramah lingkungan, dan lain-lain.


"Di Jakarta ada 2.927 RW yang berkumpul hari ini hanya 22 RW. Jumlahnya masih kecil, tapi jangan remehkan jumlah yang kecil. Jumlah yang berkumpul di sini adalah yang pertama untuk memulai gerakan baru untuk mengelola sampah di ibu kota," kata Anies di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Bergerak Bersama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, Pemprov DKI Jakarta melalui program itu sebenarnya telah menjalankan peran city 4.0, yakni dengan menyediakan platform bagi warga agar bisa berperan membangun kota dan bergerak bersama.

"Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Pengerak PKK membuat platform pengelolaan sampah dengan sebutan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama ini," kata Andono.

Dia mengatakan bahwa pengelolaan sampah memerlukan perubahan masyarakat. Tidak hanya mengirimkan sampahnya ke TPST Bantargebang, tetapi mengubah perilaku masyarakat, mulai dari tataran rumah tangga.

Kampung Samtama ini telah menjaring 330 relawan di 22 RW, sedangkan Laskar Samtama diseleksi sebanyak 209 dari 429 orang yang daftar untuk jadi relawan.


Sebanyak 209 orang itu terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi. Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam pekerjaan, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta.

Relawan tersebut akan diajak ke TPST Bantargebang untuk melihat pengolahan sampah secara langsung, sekaligus untuk mengikuti sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah. (asa)