Ini merupakan program mengatasi sampah melalui RW-RW percontohan untuk pengurangan sampah sejak dari sumber sampah. Samtama telah gencar dilakukan di RW-RW Jakarta dengan 22 RW sebagai pelopornya.
Program itu meliputi pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, seperti menggunakan wadah daging kurban ramah lingkungan, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Ancam Pidana Importir Sampah |
Bergerak Bersama
"Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Pengerak PKK membuat platform pengelolaan sampah dengan sebutan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama ini," kata Andono.
Dia mengatakan bahwa pengelolaan sampah memerlukan perubahan masyarakat. Tidak hanya mengirimkan sampahnya ke TPST Bantargebang, tetapi mengubah perilaku masyarakat, mulai dari tataran rumah tangga.
Kampung Samtama ini telah menjaring 330 relawan di 22 RW, sedangkan Laskar Samtama diseleksi sebanyak 209 dari 429 orang yang daftar untuk jadi relawan.
Sebanyak 209 orang itu terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi. Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam pekerjaan, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta.
Relawan tersebut akan diajak ke TPST Bantargebang untuk melihat pengolahan sampah secara langsung, sekaligus untuk mengikuti sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah. (asa)