Gibran: Kalau Dinasti Politik, Saya Bisa Minta Jadi Menteri

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 18:20 WIB
Gibran: Kalau Dinasti Politik, Saya Bisa Minta Jadi Menteri Gibran Rakabuming Raka terjun ke dunia politik dengan memanfaatkan momentum Pilkada Solo dengan klaim ingin mengubah mindset politik kotor. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menepis isu keikutsertaannya dalam politik bagian dari pewarisan dinasti politik.

Kalaupun memang ada niatan ikut politik untuk membentuk dinasti politik, kata Gibran, maka tak susah baginya untuk meminta jatah menteri kepada Presiden Jokowi.

Ia memaknai situasinya saat ini ibarat sedang mengikuti sebuah perlombaan yang memiliki kemungkinan untuk tidak dipilih sekalipun, bukan cuma-cuma yang bisa dipilih karena putra Presiden.


"Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya ini ikut kontestasi. Bisa dipilih bisa tidak. Bisa kalah bisa menang. Kalau dinasti politik saya sudah minta jadi menteri atau apa saja sudah cukup," kata Gibran di Hotel Balairung, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).

Gibran mengakui dirinya sempat enggan masuk ke politik karena imej yang tidak baik. Namun, membalikkan paradigma dengan beranggapan bahwa menjadi politikus bisa membantu banyak orang.

Jika menjadi pengusaha bisa mempekerjakan ratusan pegawai, pikir Gibran, maka menjadi politikus bisa menyentuh lebih banyak kalangan.

"Kalau pengusaha, punya pegawai, ratusan pegawai, bisa menghidupi orang banyak. Ketika punya perusahaan punya dana CSR misal Rp100juta, Rp200 juta, Rp1 miliar hingga Rp 2 miliar berapa dari uang itu yang bisa sentuh masyarakat?," ungkap dia.

"Kalau ingin sentuh lebih banyak orang terjun ke politik dan kurang lebih bisa sentuh 600 ribu orang di Solo," lanjut dia.

"Saya sadari sebagai anak muda kita harus ubah mindset orang politik selalu kotor. Ini momen anak muda jadi penggerak, bukan jadi objek yang digerakkan. Kenapa enggak nunggu Bapak selesai jadi Presiden? Kelamaan! Maunya sekarang," tutup dia.

Gibran saat ini sudah berstatus kader PDI Perjuangan. Ia juga sempat menyambangi kediaman Megawati untuk meminta restu atas niatannya maju dalam Pemilihan Wali Kota Solo 2020 pada Kamis (24/10).

[Gambas:Video CNN] (ctr/gil)