Zulhas ke Bamsoet: Salam Sejahtera Calon Ketua Umum Golkar

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 20:15 WIB
Zulhas ke Bamsoet: Salam Sejahtera Calon Ketua Umum Golkar Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) bersama para pimpinan MPR lainnya menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (12/11) (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet menerima canda soal kabar pencalonannya maju di Munas Golkar saat bertandang ke Kantor DPP PAN, Selasa (12/11) sore. Bamsoet hadir bersama jajaran pimpinan MPR RI.

Candaan terhadap Bamsoet berawal saat Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas memanggil Bamsoet dengan calon ketua umum Partai Golkar.

"Selamat sore salam sejahtera. Pak Bambang, Calon Ketua Umum Partai Golkar," kata Zulhas saat membuka sambutan.


Sontak, pernyataan Zulhas itu lantas disambut tawa oleh jajaran pengurus DPP PAN dan pimpinan MPR lainnya yang hadir di tempat tersebut.

Diketahui, Bamsoet sendiri digadang-gadang sebagai salah satu kandidat yang akan maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar di gelaran Munas pada Desember 2019 mendatang.

Melihat salam pembukanya disabut meriah, Zulhas mengatakan sapaannya sebagai calon ketua Umum Golkar itu sangat wajar karena sama-sama menjabat sebagai pengurus parpol.
"Kalau partai kan ngomongnya politik," timpalnya lagi.

Tak berhenti disitu, Politikus PAN yang hadir di lokasi, Didik J Rachbini menimpali pernyataan Zulhas tersebut. Ia bertanya kabar Bamsoet yang diisukan tak jadi maju dalam pertarungan untuk maju Ketum Golkar tersebut.

"Loh, Katanya enggak jadi?" Tanya Didik.

Mendengar pertanyaan Didik itu, Zulhas menimpali bahwa Bamsoet tetap jadi maju sebagai kandidat ketua Partai Golkar.

"Itu kan kata orang. kalau kata yang ini jadi," timpal Zulhas yang disambut tawa lagi.

Sepulang pertemuan tersebut, Bamsoet mengatakan bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan sikap untuk tetap mendukung amendemen Undang-undang Dasar 1945 secara terbatas untuk mengakomodasi dihidupkannya kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
[Gambas:Video CNN]

"PAN tetap berada dalam posisi yang mendorong dilakukannya amendemen terbatas dan perlunya dihadirkannya kembali GBHN dalam sistem konstitusi kita," kata Bamsoet.

Berbeda dengan PAN, Bamsoet mengatakan Partai Golkar, Demokrat dan PKS belum menentukan sikapnya terkait amandemen UUD 1945 tersebut Melihat dinamika itu, Bamsoet melemparkan seluruhnya kepada para parpol untuk menentukan sikapnya masing-masing terkait amandemen UUD 1945 tersebut.

Diketahui, MPR masa jabatan 2014-2019 dibawah kepemimpinan Zulhas telah menitipkan sebanyak tujuh rekomendasi ke MPR masa jabatan 2019-2024 di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

Berdasarkan dokumen resmi Rancangan Keputusan MPR Tahun 2019 tentang Rekomendasi MPR 2014-2019 yang diterima CNNIndonesia.com, salah satu rekomendasi itu diantaranya mendalami hasil kajian Pokok-pokok Haluan Negara. MPR periode 2014-2019 diketahui sudah melakukan kajian terhadap Pokok-pokok Haluan Negara.

Selain Bamsoet, turut hadir pimpinan MPR lainnya seperti Ahmad Basarah, Arsul Sani, Lestari Moerdijat dan Syarif Hasan. (rzr)