"BPTJ bertanggung jawab di ruas jalan nasional, sedangkan pemerintah provinsi dan kabupaten di jalan daerah masing-masing. Jalannya untuk yang nasional adalah Margonda Depok dan Tangerang," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Jakarta Pusat, Kamis (14/11) seperti dilansir Antara.
Untuk di daerah perbatasan Jakarta dan Bekasi, Bambang menyatakan salah satu yang ditargetkan operasi ERP itu adalah ruas Kalimalang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini regulasinya menganut sistem retribusi, regulasinya jadi terpatok jalan daerah, provinsi dan kabupaten. Karena itu regulasinya harus direvisi Peraturan Pemerintahnya," kata Bambang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengatakan nantinya konsep jalan berbayar akan disebut dengan istilah 'congestion tax'.
[Gambas:Video CNN]
Pada 21 Oktober lalu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pemprov menargetkan penerapan jalan berbayar Electronic Road Pricing (ERP) pada 2021 mendatang. Kebijakan itu akan diterapkan di 25 ruas jalan.
ika pengkajian ulang telah rampung, maka Dishub DKI baru bisa melanjutkan proses selanjutnya. "Setelah itu baru masuk lelang. Kita harapkan tahun depan sudah lelang," ujar Syafrin.
Program ERP lama diwacanakan sejak kepemimpinan sebelum Anies. Program ini diwacanakan dengan landasan hukum Pergub Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pengendalian Lalu Lintas dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Melalui Sistem Jalan Berbayar Elektronik.