Dugaan Prostitusi Artis, IS Dicecar 25 Pertanyaan

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 02:34 WIB
Dugaan Prostitusi Artis, IS Dicecar 25 Pertanyaan Pemeriksaan IS terkait dugaan prostitusi artis di Polda Jatim. (CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --
Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim kembali memeriksa seorang figur publik berinisial IS, dalam penyidikan dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan finalis Putri Pariwisata Indonesia PA.
 
IS diperiksa sebagai saksi, lantaran namanya masuk dalam list jaringan muncikari Soni Dewangga (S), yang sudah ditetapkan tersangka Polda Jatim sebelumnya.
 
Usai diperiksa selama kurang lebih tiga jam lamanya, Kamis (14/11), IS yang mengenakan masker dan topi ini, tak mau banyak berkomentar. Ia juga mengaku tak kenal dengan Soni Dewangga.
 
"Saya hanya tahu saja Soni Dewangga, tapi ndak kenal," kata IS, kepada awak media.
 
Lebih lanjut, IS mengatakan ia hanya mengetahui Soni melalui media sosial saja, dan mengaku bahwa dirinya tak pernah berteman dengan dengan Soni.
"Endak (berteman), cuma hanya tau lewat sosmed aja," kata dia.
 
Saat ditanya apakah Soni pernah menjalin komunikasi dengannya dan menawari dirinya untuk masuk dalam jaringan prostitusi, IS menampiknya.
 
"Hanya tahu aja ndak pernah kenal juga, udah itu aja. Saya tahu aja, saya kan bilang saya ndak kenal," katanya.
 
Sementara itu, Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP M Aldi Sulaiman, mengatakan saat diperiksa penyidik, IS dicecar sebanyak 25 pertanyaan, untuk mendalami keterkaitannya dalam jaringan muncikari Soni.
 
"Kita lakukan pemeriksaan IS, terkait tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka S dan J," kata Aldi, usai pemeriksaan.
 
Namun, soal hasil pemeriksaan, Aldi mengaku pihaknya masih belum bisa menyampaikannya. Penyidik kata dia akan lebih dulu mempelajari dan mendalami hal itu.
 
Sejauh ini, kata dia, IS merupakan satu saksi figur publik yang kooperatif memenuhi panggilan Polda Jatim. Sementara satu lagi saksi lainnya berinisial B, diketahui hingga kini belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan.
 
"Jadi memang yang bersangkutan kooperatif datang untuk memenuhi panggilan penyidik. Yang satu ini (B) kita layangkan kembali untuk panggilan kedua," kata dia.

Namun, Aldi enggan membeberkan siapa sosok IS tersebut. Ia hanya membenarkan bahwa IS adalah seorang figur publik yang berkecimpung dalam dunia entertainment.
 
Selain itu, Polda Jatim juga tengah melakukan pemanggilan terhadap dua orang berinisial D dan A, yang diketahui memiliki kaitan dengan jaringan muncikari Soni Dewangga.
 
Sebelumnya, Polda Jatim juga mengklaim telah menemukan dugaan adanya 100 talent atau figur publik, lain yang terlibat dalam jaringan prostitusi daring (online) di bawah kendali muncikari Soni Dewangga.
 
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, nama-nama itu didapatkan penyidiknya dari serangkaian pemeriksaan terhadap muncikari S, dan juga proses digital forensik.
 
"S sudah diperiksa dan menyebutkan beberapa talent yang dia punya. Kemudian, hasil pengecekan digital sementara apa yang kami sampaikan kemarin bahwa ada keterkaitan betul ada dari seratus talent," kata Luki, di Mapolda Jatim, Jumat (1/11).
 
Bahkan, dari 100 talent tersebut, 42 orang di antaranya merupakan nama lama yang sebelumnya masuk dalam kasus prostitusi online kasus Vanessa Angel, dan kini berpindah ke jaringan S.
 
"Ada 42 talent yang beririsan, berarti terkait antara muncikari yang dulu (kasus Vanessa) dengan yang sekarang. Dan yang saya sampaikan ada hijrah itu betul. Pindah ke S," kata dia.
 
Lebih lanjut, soal temuan digital forensik, sejumlah data 100 pekerja seks komersil tersebut juga dilengkapi dengan keterangan tinggi, berat, ukuran tubuh, hingga variasi tarif sekali kencan.

Kasus ini bermula saat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengklaim telah mengamankan tiga orang yang terlibat dugaan praktik prostitusi online, di Kota Batu, Jawa Timur, pada Jumat (25/10).
 
Mereka yang diamankan yakni antara lain, finalis Putri Pariwisata PA sebagai penyedia jasa prostitusi, YW penyewa jasa prostitusi, dan JL perantara atau muncikari.
 
Kemudian pada Rabu (30/10) polisi juga berhasil meringkus S, yang disebut-sebut sebagai otak jaringan prostitusi online. JL dan S kini telah ditetapkan tersangka. Sementara PA dan YW telah dibebaskan lantaran masih berstatus sebagai saksi.



(frd/ayp)