PKS Minta 'Jokowi' Tak Hanya Fokus Atasi Radikalisme di BUMN

CNN Indonesia | Minggu, 17/11/2019 02:39 WIB
PKS Minta 'Jokowi' Tak Hanya Fokus Atasi Radikalisme di BUMN Presiden PKS Sohibul Iman. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) Sohibul Iman menyatakan mendukung upaya pemerintah memberantas radikalisme, termasuk di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN.

Namun ia mengingatkan agar pemerintah tak terlalu fokus dengan isu radikalisme dan justru melemahkan kinerja BUMN ke depan.

"Jangan sampai itu kemudian melupakan tugas kita sebagai bangsa yang lain; menyehatkan BUMN itu sendiri. Di mana BUMN itu banyak yang rugi. Jangan atas nama menangkal radikalisme kemudian kita mengorbankan kinerja dari BUMN," tutur Sohibul di Jakarta, Sabtu (16/11).


Selain masalah tersebut, Sohibul mengatakan pemerintah juga perlu proporsional dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. Perlakuan yang sama tersebut perlu dilakukan dalam menangani masalah radikalisme dan separatisme.

Ia pun menyinggung komitmen pemerintah dalam menangkal gerakan separatisme.

"Sekarang kami menilai pemerintah begitu luar biasa dengan radikalisme, tapi kenapa dengan separatisme tidak ada tindakan yang luar biasa? Kami ingin semua hal dilakukan dengan luar biasa," tambahnya.

Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid turut mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu fokus akan radikalisme sehingga meninggalkan persoalan separatisme.

"Jangan kemudian keasyikan dalam satu isu, tapi itu kemudian ternyata adalah sesuatu yang membuat separatisme semakin menguat. Karena tidak lagi diawasi. Karena separatisme bertentangan dengan prinsip NKRI," ujarnya.

Dituding Radikal oleh Surya Paloh, PKS Klaim Moderat

Membahas mengenai radikalisme, Sohibul menceritakan tentang tudingan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahwa ada kader PKS yang bersifat radikal. Hal tersebut diungkapkan Paloh sebelum PKS dan Nasdem melakukan pertemuan formal di bulan lalu.

"Dinda, abang ini tahu orang-orang kita banyak di PKS dan abang suka dengan itu. Cuma abang tidak suka kalau mereka sudah radikal," ujar Sohibul menyerupai omongan Paloh.

"Saya langsung koreksi pada beliau, bang tolong jangan sembarang bicara. Kalau abang mendengar orang radikal kemudian diidentifikasi orang PKS, silahkan lapor kepada saya nanti saya akan lacak. Saya berani menjamin bahwa yang radikal itu pasti bukan PKS," tambahnya kembali.

Sohibul mengatakan PKS dari awal bertekad menjadi kanal moderasi dari kecenderungan radikal.

"Dan sampai saat ini setiap yang masuk ke PKS, mereka semuanya menjadi moderat," tutur Sohibul.
Perbincangan itu, kata Sohibul, merupakan awal mula dari pertemuan formal NasDem dan PKS. Seperti diberitakan sebelumnya, politikus Nasdem Saan Mustofa pernah mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa PKS tidak ditunggangi kelompok radikal dalam pertemuan tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa PKS klir, bahwa PKS tidak ditunggangi dan tidak memberikan ruang dan tempat kepada kelompok-kelompok seperti itu (radikal)," kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (31/10).

(fey/agt)