Polri Ancam Copot Anggota Pamer Hidup Mewah di Medsos

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 20:04 WIB
Polri Ancam Copot Anggota Pamer Hidup Mewah di Medsos Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri menyebut anggota yang terbukti memamerkan gaya hidup mewah terancam kurungan hingga pencopotan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengingatkan rekam jejak digital di media sosial mudah dilacak.

"Kalau misalnya terbukti bahwa dia melakukan itu kita akan tindak sesuai mekanismenya, bisa sampai ke ancaman kurungan, demosi, pencopotan jabatan," kata Iqbal di Gedung Tri Brata, Selasa (19/11).

Menurut Iqbal, memamerkan gaya hidup mewah berpotensi memunculkan pandangan negatif terhadap anggota Polri. Iqbal menyebut seorang anggota Polri memiliki kewenangan yang luar biasa, terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum.


"Untuk itu Pak Kapolri menekankan bahwa kita tidak boleh bermewah-mewah, kita (anggota Polri) dicontoh, dilihat bahkan diteladani," tutur Iqbal.
Sebelumnya, Polri mengeluarkan Surat Telegram Nomor ST/30/XI/HUM.4.3/2019 bertanggal 15 November 2019 yang berisi tentang penerapan pola hidup sederhana dengan tidak bergaya hidup mewah.

Pihaknya hanya memberikan pedoman hidup sederhana untuk anggota Polri telah diatur dalam surat telegram yang ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo.

Dalam surat telegram tersebut, setidaknya ada tujuh pedoman pola hidup sederhana bagi anggota Polri. Pertama, tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.

Kedua, senantiasa menjaga diri, menempatkan diri (dengan) pola hidup sederhana di lingkungan internal institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat. Ketiga, tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis, karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Keempat, menyesuaikan norma hukum, kepatuhan, kepantasan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal. Kelima, menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian, untuk penyamarataan.

Keenam, pimpinan, kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik (dengan) tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri. Ketujuh, dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.

Kapolres Kampar dimutasi

Sementara itu, Polri juga membenarkan kabar mutasi terhadap Kapolres Kampar, Polda Riau AKBP Asep Darmawan menjadi pamen Yanma Mabes Polri.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/3094/XI/KEP./2019 tanggal 18 November 2019 yang ditandatangani oleh AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S.

"Saya sudah membenarkan yang bersangkutan mutasi ke Yanma Mabes Polri," ujar Iqbal.
[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Iqbal juga membenarkan bahwa mutasi terhadap Asep dilakukan lantaran yang bersangkutan bakal menjalani proses pemeriksaan.

"Dalam rangka pemeriksaan," ujarnya.

Dari informasi yang beredar, Asep diperiksa lantaran tidak memperhatikan saat Kapolri Jenderal Idham Aziz memberikan pengarahan. Namun, terkait informasi itu, Iqbal masih enggan berkomentar. (dis/ain)