Kronologi Murid Tusuk Guru di Bantul karena Motif Asmara

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 21:09 WIB
Kronologi Murid Tusuk Guru di Bantul karena Motif Asmara Ilustrasi penusukan. (Istockphoto/ Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA), Wening Pamudji Asih ditusuk oleh siswanya berinisial CB di Srandakan, Bantul, Rabu (20/11) malam. Polisi menyebut aksi CB diduga karena motif asmara.

Kapolsek Srandakan Kompol B Muryanto mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di rumah korban yang beralamat di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul. Saat kejadian, pelaku mengendarai motornya ke rumah korban.

Tiba di rumah korban, pintu depan rumah dalam keadaan terbuka. Di rumah itu, lanjutnya, Wening tengah tidur di kamar, sementara mertua korban menonton televisi di kamar tengah.


"Pelaku masuk ke dalam rumah korban lewat pintu belakang. Padahal saat itu, pintu belakang dalam keadaan terkunci," kata Muryanto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).

"Informasinya, tanpa basa basi (korban) langsung ditusuk ulu hati bagian kanan. Pelaku lari dan ambil jemuran yang digantung di belakang rumah dan pelaku kabur," tuturnya.

Usai aksi penusukan itu, mertua korban langsung meminta bantuan kepada tetangga. Ketika sejumlah tetangga mendatangi rumah korban untuk membantu, pelaku sempat datang dan menanyakan apa yang terjadi di sana.

Namun, kedatangan pelaku saat itu tidak terlalu dihiraukan lantaran mertua korban dan tetangga sedang fokus memberikan bantuan.

Disampaikan Muryanto, pelaku lantas merasa gugup dan akhirnya melarikan diri. Namun, saat kabur pisau yang digunakan untuk menusuk dan handphone-nya tertinggal di lokasi.

Aksi penusukan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Srandakan. Menurut Muryanto, dalam kurun waktu kurang lebih dua jam, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya.

Dikatakan Muryanto, pisau yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk korban adalah pisau dapur.

[Gambas:Video CNN]
"Pisaunya dibawa dari rumahnya pelaku," ujarnya.

Kepolisian telah memeriksa tiga saksi, yakni suami korban, kakak ipar korban, dan mertua korban. Selain itu, polisi berencana meminta keterangan korban. Namun, untuk itu, polisi masih menunggu kondisi korban yang menjalani perawatan Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito.

Sedangkan untuk barang bukti, polisi telah menyita pisau yang digunakan pelaku, handphone milik pelaku, serta baju milik korban. Polisi mengakui motif asmara melatarbelakangi penusukan CB kepada sang guru.

"Diam-diam naksir sama bu Wening," ujarnya.

Di sisi lain, diungkapkan Muryanto, pelaku diketahui tidak tinggal bersama orang tuanya, melainkan bersama bibinya. Menurut Muryanto, pelaku kurang mendapat pengawasan.

"Pelaku kurang pengawasan," katanya.

(dis/ain)