Keempat anggota komplotan itu adalah Rudy Rahmat Nenggolan warga Sibolga, Sumatra Utara, Andriono warga Ambon, Ahmad Firman dari Jember dan Hadri atau Toni dari Jember. Mereka beraksi di Desa Sumber Jati, Sempolan, Jember, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku mengiming-iming korban dengan atraksi mengganti uang nominal kecil menjadi besar hanya dengan digulung-gulung saja, atau mengubah abu rokok menjadi uang tunai. Targetnya yakni orang-orang yang terlilit utang.
Ilustrasi uang. (Istockphoto/ JerryPDX) |
Keempat orang anggota komplotan ini, lanjutnya, memiliki peran yang berbeda dalam aksinya. Misalnya, ada yang mengaku menjadi kiai pemilik kemampuan sakti menggandakan uang.
"Yang pertama tersangkanya Rahmat dari Sibolga, Sumut. Ini yang mencari korban. Dia mencari korban siapa yang mau menggandakan uang. Yang kedua Adriono, dari Ambon. Dia yang mengaku kiai, seolah-olah dia memiliki kemampuan untuk [menggandakan uang]. [Dia] ini yang menggantikan uang di koper tadi menjadi keramik yang tadi kita lihat," kata Pitra.
Tak Masuk Akal
Korban yang tergiur kemudian menyerahkan sejumlah uang tunai yang tersimpan di dalam koper kepada para pelaku, dengan tujuan untuk dilipatgandakan menjadi nominal yang lebih besar.
Alih-alih mendapatkan keuntungan, uang yang diserahkan dalam koper malah raib dan berganti menjadi lembaran-lembaran keramik.
Ilustrasi utang. (Gadini/Pixabay) |
Dalam kasus ini polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Berupa uang tunai Rp82.941.000 (Rp82,9 juta), delapan unit ponsel, kartu ATM, KTP, minyak gaharu, beberapa pusaka hingga tas dan koper yang digunakan untuk menggandakan uang.
Atas perbuatannya keempat pelaku disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP juncto 55 KUHP dan Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman pidananya empat tahun penjara.
"Kita mengimbau kepada masyarakat agar berpikir logis, yang sekarang ini tidak ada orang yang bisa menggandakan uang. Kita bisa banyak uang apabila kita bekerja. Jadi jangan lagi ada yang tertipu atau percaya dengan orang-orang yang punya kemampuan menggandakan uang," kata dia.
(frd/arh)
Ilustrasi uang. (
Ilustrasi utang. (