Jelang HUT OPM, Ma'ruf Ingatkan Waspada KKB

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 01:17 WIB
Jelang HUT OPM, Ma'ruf Ingatkan Waspada KKB Wapres Ma'ruf Amin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jelang HUT OPM pada 1 Desember mendatang. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan kewaspadaan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jelang HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember mendatang.

"Kita terus mewaspadai gerakan yang KKB. Karena itu kita siagakan [aparat keamanan] untuk melindungi," ujar Ma'ruf di kantor wakil presiden, Jakarta, Kamis (28/11).

Kendati demikian, Ma'ruf meminta agar aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis untuk melindungi masyarakat. "Sifatnya pendekatan memberikan perlindungan pada masyarakat," katanya.


Sementara terkait permintaan penarikan aparat keamanan di Papua, Ma'ruf memastikan hal itu akan dilakukan jika situasi telah kondusif. Ia mengklaim, penjagaan aparat keamanan dilakukan semata-mata untuk mengendalikan kondisi.

"Kalau kondisinya sudah kondusif pasti ditarik. Itu sementara saja, mengatasi keadaan saja," katanya.

Ma'ruf menegaskan bahwa pemerintah selama ini telah berupaya melakukan pendekatan yang manusiawi di bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan. Ia juga menyatakan pemerintah selalu mengedepankan dialog untuk menyelesaikan permasalahan di Papua.

"Pemerintah tidak merasa melakukan dengan cara kekerasan. Cuma bagaimana mengendalikan keadaan, kita akan coba terus lakukan upaya-upaya pembangunan yang lebih soft," ucap Ma'ruf.

Polda Papua pun akan mengerahkan 1.300 personel untuk mengamankan wilayah Papua menjelang HUT OPM pada 1 Desember. Menurut Kapolda Papua Inspektur Jendral Paulus Waterpauw, hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah bersepakat dengan pemerintah setempat untuk melarang segala bentuk kegiatan apa pun dalam rangka memperingati HUT OPM itu.

[Gambas:Video CNN] (pris/asr)