Fadjroel menjawab tudingan loyalis salah satu calon Ketua Golkar Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal Hasdy yang menyebut tiga menteri Jokowi, salah satunya Menteri Sekretaris Negara Pratikno meminta kader Golkar memilih kembali Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tegas Pak Jokowi dan dinyatakan ketika pidato di beberapa tempat. Tidak ada," ujarnya.
"Ini kan urusan internal Golkar. Tidak benar (pernyataan Syamsul Rizal)," tuturnya, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.
"Ya kan ini mekanisme internal Partai Golkar, mekanismenya jelas," tuturnya.
Sebelumnya, kubu Bamsoet menyebut tiga menteri Kabinet Indonesia Maju mencampuri urusan internal partainya.
Loyalis Bamsoet, Syamsul Rizal Hasdy, mengatakan bahwa ketiga menteri Jokowi tersebut menjadi alat untuk menekan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar tingkat I dan II serta sejumlah kepala daerah yang merupakan kader 'Beringin'.
Mereka diarahkan untuk mendukung calon Ketum Golkar petahana Airlangga Hartarto jelang Musyawarah Nasional (Munas).
"Jadi, ada pembantu Presiden, saya enggak mau sebut nama, tapi ada tiga pembantu Presiden yang telepon [beberapa] DPD, Ketua DPD I, Ketua DPD II, dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul kepada wartawan saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar.
Sementara dua sosok menteri lainnya hanya disebutkan berlatar belakang kader Partai Golkar dan kader partai politik lain. (fra/wis)