Teguran keras itu disampaikan pada Rapat Kerja Nasional PAN Tahun 2019. Kemarahan bermula saat Amien merapal doa pembuka rakernas.
Setelah doa selesai dibacakan, sebagian kader PAN meneriakkan slogan "lanjutkan!" berkali-kali. Teriakan itu sudah dilantangkan sejak Zulhas berpidato.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"'Lanjutkan' belum tentu ya. Jangan mendahului takdir ya. Anda jangan sorak-sorak seperti itu, tidak layak. Ini bukan partai kampungan. Wassalamu'alaikum," tegas Amien. Ia pun turung panggung diiringi tepuk tangan.
Sebelum membacakan doa, Amin juga sempat menyindir para pendukung Zulhas. Namun sindiran itu dilakukan tanpa amarah. Amien hanya mengingatkan bahwa Allah SWT sudah menulis takdir siapa yang akan memimpin PAN ke depannya.
[Gambas:Video CNN]
"Boleh Anda lanjutkan atau tidak lanjutkan, satu periode. Saya hanya tersenyum karena sudah ada di lauhul mahfudz siapa yang akan jadi ketua umum kita nanti," ucap Amien.
Masa kepemimpinan Zulhas sebagai Ketua Umum PAN hampir habis. PAN akan menggelar pemilihan ketua umum baru lewat Kongres V PAN pada awal tahun 2020.
Sejumlah nama muncul dalam bursa ketua umum PAN. Nama-nama itu di antaranya mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, Waketum PAN Hanafi Rais, Wali Kota Bogor sekaligus Waketum PAN Bima Arya Sugiarto, serta Waketum PAN Mulfachri Harahap.
(dhf/agt)