Anies Mulai Pembangunan Fasilitas Kelola Air Limbah di Karet

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 01:07 WIB
Anies Mulai Pembangunan Fasilitas Kelola Air Limbah di Karet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin prosesi peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik skala perkotaan di Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12).

Ia menargetkan, fasilitas ini akan rampung pada pertengahan 2021.

"[IPAL] ini penting sekali bagi [warga] Jakarta. Kita, di Jakarta sebagai kota besar, perlu secara serius mengelola limbahnya. Dengan dibangun instalasi pengelolaan air limbah harapannya nanti limbah air di Jakarta bisa diolah dan digunakan kembali," kata Anies di lokasi.


Sebagai informasi, IPAL yang akan dibangun ini bakal mengaplikasikan teknologi bernama Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Teknologi itu disebut dapat mengolah air limbah menjadi bersih.

Proyek yang akan dikerjakan selama kurang lebih 18 bulan ini akan mengolah air limbah yang mengalir dari kawasan Senayan, Sudirman Central Business District (SCBD), Gatot Soebroto, hingga Bendungan Hilir (Benhil).

Direktur Utama PD Pal Jaya Subekti menerangkan MBBR Krukut akan dibangun secara vertikal, karena kurangnya lahan di wilayah pusat DKI Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan konsep fasilitas edutaintment atau wahana pembelajaran bagi masyarakat umum.

"Perlu juga kepedulian masyarakat terhadap air limbah, kepedulian ini yang harus ditingkatkan. Sehingga, air limbah yang dibuang itu melalui jaringan perpipaan," kata Subekti.

Pendekatan Pengolahan Limbah

Sejauh ini, terdapat dua pendekatan pengolahan limbah yang dilakukan PD PAL Jaya, yaitu pendekatan perpipaan dan nonperpipaan.

Pada pendekatan perpipaan, pertama dilakukan pengembangan zona 0 yaitu konstruksi sembilan paket pekerjaan untuk pipa utama, tujuh paket DED untuk pipa sekunder, operasional fasilitas IPAL Setiabudi sejak Januari 2019, dan pembangunan IPAL Krukut.

Selanjutnya, peningkatan kualitas hasil olahan air limbah dengan penyediaan IPAL berteknologi MBBR yakni reaktor di mana mikrobiologi tumbuh di permukaan media tertentu kemudian membentuk lapisan film yang berfungsi sebagai semacam filter untuk air limbah.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pada pendekatan nonperpipaan yang dilakukan di antaranya, pembuatan tangki septik modifikasi BIOPAL (tipe 1, tipe 2 dan paket hemat) untuk melayani buangan air limbah dari rumah tangga dan niaga kecil, pembangunan mini komunal, dan interceptor di kawasan Kali Item, meningkatkan performa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Duri Kosambi dan IPLT Pulo Gebang, dan sosialisasi layanan penyedotan terjadwal melalui program Grebeg L2T2.

Untuk diketahui jumlah pelanggan PD PAL Jaya tahun 2019 sebanyak 2.715 pelanggan per unit (12.864.151 M²). Sedangkan, cakupan layanan air limbah sampai dengan Triwulan III tahun 2019 mencapai 22,08 persen atau melayani 1.286.415 penduduk DKI Jakarta.

(mjo/kid)