Anies Enggan Berdebat soal Pengurangan Jumlah Anggota TGUPP

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 15:16 WIB
Anies Enggan Berdebat soal Pengurangan Jumlah Anggota TGUPP Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Pamer Penghargaan Anti Korupsi dari PAN RB. (CNN Indonesia/ LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi terlalu jauh mengenai pengurangan jumlah anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Ia secara terang-terangan mengatakan enggan berdebat mengenai isu tersebut.

Anies hanya menanggapi bahwa TGUPP di tandatangani dan diputuskan lewat Peraturan Gubernur (Pergub).

"Saya tidak mau berdebat itu deh soal itu kan keputusannya lewat Pergub," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/12).


Oleh karena diputuskan lewat Pergub, Anies meminta masyarakat menyimpulkan sendiri apakah langkah dari DPRD tersebut sudah tepat atau tidak.

"Makanya Anda simpulkan sendiri deh. Enggak usah pakai saya," lanjut dia.
Untuk diketahui setiap Peraturan Gubernur yang dikeluarkan DKI tidak dipertanggungjawabkan kepada DPRD DKI. Namun dalam hal ini, Anies menempatkan anggaran TGUPP di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020 di bawah anggaran Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Oleh karena di tempatkan dalam satu institusi dan APBD, maka DPRD DKI menyatakan berhak untuk mengubah komponen anggaran. Untuk diketahui, semula pada 2020 Anies menganggarkan dana TGUPP sebesar Rp19,8 miliar. Angka itu kemudian dipotong berdasarkan jumlah TGUPP oleh Badan Anggaran (Banggar).

[Gambas:Video CNN]
Semula ada 67 anggota yang dianggarkan, namun kemarin DPRD DKI memotong jumlah tersebut menjadi 50 orang.

Ketua Fraksi PDI P Gembong Warsono dengan keras menyatakan pihaknya menolak anggaran tersebut meski sudah diketok. Anggaran dipotong karena dianggap transparansi dan kinerja TGUPP yang tak bisa dievaluasi langsung DPRD dan dianggap tidak transparan.

(ctr/ugo)