Moeldoko: Polri Tak Ulur Kasus Novel

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 18:48 WIB
Moeldoko: Polri Tak Ulur Kasus Novel Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Polri tak mengulur-ulur waktu pengusutan kasus penyiraman air keras ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Menurutnya, pengusutan berjalan lama karena Polri kesulitan.

"Kalau mengulur-ulur enggak. Enggak lah. (Pengusutan lama) karena memang kesulitan. Kalau enggak sulit, sudah ketemu. Soal teknis itu," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/12).

Moeldoko enggan menjawab lebih lanjut soal pengusutan kasus Novel yang sudah berjalan lebih dari dua tahun itu. Mantan panglima TNI itu meminta awak media bertanya langsung kepada Kapolri Jenderal Idham Azis.


"Tanyakan Kapolri ya," ujarnya.
Presiden Joko Widodo mengatakan Kapolri Jenderal Idham Azis menyampaikan ada temuan baru dalam kasus penyiraman air keras Novel. Namun ia meminta temuan baru itu agar ditanya ke Polri langsung.

"Dijawab ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan," kata Jokowi, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).
[Gambas:Video CNN]
Jokowi bertemu dengan Idham kemarin di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi mengaku langsung meminta Idham untuk segera mengumumkan pelaku penyerangan Novel.  Ia minta kasus ini diungkap dalam hitungan hari.

"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Udah tanyakan langsung ke sana," ujarnya.

Jokowi sudah beberapa kali menerima laporan tentang penyelidikan kasus Novel yang sudah berjalan dua tahun lebih. Namun, sampai kemarin sore, Idham juga melaporkan bahwa pelaku belum tertangkap.

Idham langsung meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, usai bertemu Jokowi. Ia mengutus Kepala Divisi Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal untuk berbicara dengan wartawan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan pihaknya serius menyidik kasus ini.

"Nanti kita doa bersama lah mudah mudahan penyidik nanti ada waktu akan menyampaikan penyidikan tersebut, sangat serius penyidik menangani kasus ini," kata Argo di Mabes Polri, Selasa (10/12).

Desakan agar Jokowi dan Polri lekas mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan datang dari sejumlah pihak. Terutama kelompok aktivis HAM dan antikorupsi. Mereka menganggap pemerintah tidak serius dalam mengusut kasus tersebut.
(fra/ugo)