Indeks Kerukunan di Jakarta Rendah, Anies Serahkan ke FKUB

CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 13:47 WIB
Indeks Kerukunan di Jakarta Rendah, Anies Serahkan ke FKUB Anies Baswedan di Perayaan Hari HAM di Kampung Kerapu, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/ LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan tindak lanjut laporan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) DKI Jakarta ke Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta.

Hal ini diungkapkan Anies menyusul indeks kerukunan umat beragama di Jakarta yang dianggap di bawah rata-rata.

"Karena mereka yang selama ini mengelola kegiatan itu," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/12).


Anies mengungkapkan FKUB akan melakukan kajian terhadap laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama tersebut. Dia meminta agar masyarakat tidak berasumsi terkait laporan tersebut.

Anies menegaskan, di dalam FKUB banyak tokoh masyarakat yang berkompeten untuk menindaklanjuti laporan itu.
"Nah mereka yang saya minta untuk melihat hasil itu. Jadi bukan spekulasi-spekulasi," kata dia.

Kementerian Agama sebelumnya mencatat skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) DKI Jakarta di angka 71,3, di bawah rata-rata nasional 73,83. Dengan angka itu Jakarta berada di urutan ke-27 dalam pemeringkatan Indeks KUB.

Hal itu tercatat dalam Indeks KUB Tahun 2019 yang diluncurkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag. Menurut Menteri Agama Fachrul Razi pemerintah perlu mengkaji penyebab rendahnya skor kerukunan di Jakarta.

"Jadi perhatian kita bersamalah. Saya punya konsep begini, kita mencoba menemukan apa sih yang sebenarnya kita jabarkan itu, kita breakdown-kan elemen-elemennya apa saja. Kita temukan DKI tuh yang rendahnya di bidang apa, nanti kita coba fokus ke sana," kata Fachrul saat ditemui seusai acara di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/12).
[Gambas:Video CNN]
Selain DKI, Kemenag menyebut ada 17 provinsi lainnya yang memiliki skor Indeks KUB di bawah rata-rata. Mereka adalah Jawa Timur 73,7, Kalimantan Timur 73,6, Gorontalo 73,2, Kepulauan Bangka Belitung 73,1, dan Lampung 73,1.

Fachrul mengatakan indeks tahun ini menunjukkan perbaikan dalam kehidupan umat beragama. Namun masih ada ruang untuk perbaikan karena skor tahun ini masih kalah dengan tahun 2015 sebesar 75,36.

"Tadi saya singgung masalah ujaran kebencian acap kali jadi masalah besar karena bisa yang lain ikut-ikutan. Itu yang kita coba dengan 'imbaulah', kalau yang sudah berlebihan kita bawa ke jalur hukum," ucap Fachrul saat ditanya masalah kerukunan umat beragama saat ini.

Indeks KUB adalah hasil survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag dalam dua periode, yaitu 16-19 Mei dan 18-24 Juni tahun 2019. Survei dilakukan terhadap 13.600 responden di 136 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sampel diambil secara acak berjenjang dengan batas kesalahan kurang lebih 4,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen (ctr/ain)