Densus 88 Ringkus Delapan Terduga Teroris di Papua

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 19:46 WIB
Densus 88 Ringkus Delapan Terduga Teroris di Papua Ilustrasi penangkapan terduga teroris. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan sebanyak delapan terduga teroris berhasil diringkus Densus 88 Antiteror di Jayapura, Papua.

"Kita mendapatkan informasi bahwa delapan terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Jayapura, Papua," kata Asep di Mabes Polri, Selasa (17/12).

Penangkapan delapan terduga teroris itu dilakukan pada 6-7 Desember. Awalnya, Densus 88 hanya menangkap satu terduga teroris pada 6 Desember. Terduga teroris itu berinisial KWN.


Kemudian, penangkapan kembali dilakukan pada 7 Desember. Kali ini sebanyak tujuh terduga teroris diringkus oleh tim Densus 88.

Asep menyampaikan delapan terduga teroris itu diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung dan Medan.

"Semua terduga dalam jaringan Jamaaah Ansharut Daulah atau JAD Lampung dan Medan," ucap Asep.

Pada awal Desember lalu, Densus 88 juga menangkap enam teroris di Bima. Keenam teroris itu bernama Amir JAD Bima MZ, OWR, AG, MRM, dua lainnya berinisial IF dan AS pernah ditahan pada 2011 lalu.

Densus 88 juga menangkap tiga jaringan teroris Aceh pelaku aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada 13 November lalu. Saat ini polisi diklaim telah menangkap 92 teroris di seluruh Indonesia.

Teroris di Papua

Penangkapan terduga teroris di Papua terbilang sangat jarang terjadi. Namun, pada 6 September lalu, Mabes Polri mengakui ada kelompok yang berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Papua, yakni Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

Kelompok tersebut sudah terdeteksi kurang lebih dua tahun yang lalu. Sebelumnya, Ryamizard Ryacudu ketika menjabat Menteri Pertahanan juga menyebut ada kelompok terafiliasi ISIS di Papua yang terlibat dalam kerusuhan di Papua.

Pernyataan Ryamizard dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri yang saat itu dijabat Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

"Semalam saya sudah konfirmasi ke Densus 88 kalau indikasi ISIS di Papua memang sudah terindikasi, betul jaringan ISIS di Papua," ujar Dedi.

Dedi mengatakan kelompok tersebut merupakan jaringan JAD. Selama dua tahun terdeteksi di Papua, kata Dedi, mereka baru aktif selama setahun belakangan.

[Gambas:Video CNN]
Densus 88 juga pernah melakukan upaya penindakan hukum saat kelompok tersebut mau melakukan aksi pengeboman di Polres Manokwari pada 2018.

"Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh Densus 88 upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari tapi berhasil diamankan," tuturnya. (dis/wis)