Polisi Reka 10 Adegan Penembakan Mahasiswa Kendari

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 02:10 WIB
Polda Sulawesi Tenggara bersama Kejaksaan Tinggi Sultra menggelar rekonstruksi peristiwa penembakan mahasiswa UHO saat demonstrasi di Kendari, September lalu. Rekonstruksi adegan penembakan Mahasiswa Kendari. (CNN Indonesia/Fandi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara kembali menggelar rekonstruksi ulang peristiwa penembakan Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang tewas saat demonstrasi pada 26 September 2019 lalu.

Rekonstruksi ini digelar di pintu masuk Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (24/12) di Jalan Abdullah Silondae Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Ada 13 adegan yang direka ulang.

Reka ulang ini turut melibatkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sultra.


Kabid Humas Polda Sultra AKBP Nur Akbar menyebut, rekonstruksi ini melibatkan 13 polisi sebagai pemeran pengganti saksi dan korban. Namun, tak ada perwakilan dari Bareskrim Polri.

"Tadi ada 10 adegan diperagakan. Pelaksanaan rekonstruksi dihadiri juga dari jaksa penuntut umum untuk kelengkapan berkas perkara," kata Nur Akbar saat ditemui di lokasi rekonstruksi.

Ke-13 polisi itu, lanjut dia, memerankan adegan 24 saksi yang telah dimintai keterangannya dalam perkara meninggalnya Randi.

"Ini agar antara saksi yang satu dan saksi lainnya serta alat bukti merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan. Semua peristiwa yang terjadi diungkapkan dari hasil berita acara pemeriksaan saksi," tuturnya.

Saat pelarangan jurnalis mengambil gambar sebelumnya, kata Nur Akbar, polisi tidak melakukan rekonstruksi, melainkan mengukur sudut elevasi dari proyektil yang menembus dada korban.

"Jadi, setelah berkas lengkap, nanti kita akan limpahkan lagi ke kejaksaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke persidangan," tuturnya.

Sementara itu, JPU Kejati Sultra Herlina Rauf menyatakan, rekonstruksi ini untuk memenuhi kelengkapan berkas tersangka Brigadir Abdul Malik, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan Randi.

"Rekonstruksinya mulai dari massa aksi bergerak sampai dengan penemuan proyektil," beber Herlina Rauf di lokasi rekonstruksi.

Selain rekonstruksi, penyidik juga dianjurkan untuk melengkapi berkas lainnya berupa keterangan saksi ahli balistik serta saksi di lokasi kejadian.

"Rekonstruksi ini lain. Nanti dilihat petunjuk yang lain apakah dipenuhi atau tidak. Ada keterangan saksi ahli dan keterangan tambahan dari saksi lain," bebernya.

Ia menjelaskan, dalam kelengkapan berkas tersangka, penyidik harus melengkapi alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka.

"Semua harus berkesesuaian. Dari lima alat bukti minimal dua berkesesuaian," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Saat rekonstruksi berlangsung, awak media sudah diperbolehkan mendekat. Dari 10 adegan yang diperagakan, salah satunya, tersangka Abdul Malik yang dilakukan pemeran pengganti terlihat menembak dari halaman Dinas Nakertrans Provinsi Sultra.

Ia mengeluarkan dua kali tembakan, satu ke udara yang kemudian diduga mengenai betis Putri yang jaraknya dari lokasi sekitar 3 kilometer.

Peluru kedua ditembakkan lurus ke depan hingga mengenai dada kiri bawah ketiak hingga menembus dada kanan Randi yang berada di bak sampah samping Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra.

Jarak antara pelaku penembakan dengan korban Randi diperkirakan 28 meter. Setelah tertembak, adegan itu memperlihatkan Randi sempat berlari sekitar 10 meter dan tersungkur di jalan dengan cara tertelungkup di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra.

Sementara muntahan peluru yang telah menembus tubuh Randi, langsung mengenai badan jalan dan kemudian ke gerobak martabak. Seng pelapis dan kaca gerobak tampak tertembus timah panas. (fmn/osc)