ICW Curigai Agenda Terselubung Pimpinan KPK Cari Jubir Baru

CNN Indonesia | Selasa, 24/12/2019 15:06 WIB
ICW Curigai Agenda Terselubung Pimpinan KPK Cari Jubir Baru Peneliti ICW Kurnia Ramadhana. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramdhana mempertanyakan langkah para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang mencari juru bicara baru untuk menggantikan Febri Diansyah. Dia mencurigai ada agenda terselubung di balik maksud pimpinan mengganti Febri di posisi jubir KPK.

"Kita jadi curiga bahwa kebijakan ini adalah langkah balas dendam dari lima Pimpinan KPK terhadap figur tertentu di KPK," kata Kurnia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/12).

Kurnia menilai seharusnya para Pimpinan KPK berkonsultasi terlebih dulu dengan Biro Sumber Daya Manusia KPK , terutama terkait kinerja Febri selama ini.


"Hal itu penting untuk menganalisis setidaknya dua persoalan. Pertama, apakah mencari Juru Bicara KPK baru sifatnya mendesak mesti dilakukan? Kedua, apakah selama ini Juru Bicara KPK bekerja tidak baik?" kata Kurnia.

Kurnia memandang bila pencarian juru bicara itu tak mendesak dan kinerja Febri baik selama ini, maka tak ada gunanya untuk mencari orang lain di posisi jubir. 

Lebih lanjut Kurnia menilai sejak awal publik sudah meragukan kelima pimpinan KPK yang baru dilantik tersebut. Mereka, yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, serta Nurul Ghufron.

Ia pesimistis kelima pimpinan 2019-2023 itu bisa membawa KPK ke arah yang lebih baik dalam memberantas korupsi.

"Lambat laun keraguan publik itu terkonfirmasi dengan kinerja mereka," kata dia.

CNNIndonesia.com sudah mengontak kelima pimpinan KPK terkait tudingan ICW ini. Namun sampai berita ini ditulis belum ada respons yang diberikan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar membenarkan wacana pencarian juru bicara lembaga antirasuah pengganti Febri Diansyah telah dibahas di level pimpinan.

Febri sendiri mengemban peran itu sembari menjabat Kepala Biro Humas KPK. Lili mengatakan langkah tersebut dilakukan agar Febri tak lagi merangkap tugas.

[Gambas:Video CNN] (rzr/ryn/osc)