"Biar sekalian terang benderang baiknya DPR bentuk Pansus aja," kata Jansen kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/12).
Lihat juga:Golkar dan PPP Dukung Pansus Jiwasraya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar diuji di masa siapa Jiwasraya ini hancur, beli saham ugal-ugalan 'bobrok' tak bertanggungjawab," cetusnya.
"Kalian kan tiap hari jumpa, tanyakan aja ke mereka itu soal Jiwasraya ketimbang terus menyalahkan ke belakang," kata Jansen.
Senada, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto berharap DPR menggunakan hak angket terkait persoalan Jiwasraya.
Didik menekankan bahwa persoalan Jiwasraya bukan hanya persoalan hukum. Ia menyatakan ada persoalan lain yang harus diungkap dan dicarikan jalan keluarnya, termasuk perlindungan terhadap para nasabahnya.
"Dugaan kejahatan keuangan yang melibatkan berbagai pihak, kurang maksimalnya OJK dalam melakukan pengawasan, langkah-langkah pemerintah yang dianggap kurang konstruktif dan konkret, dan potensi iklim lembaga keuangan yang terganggu terus menghantui," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta agar Jokowi tak menyalahkan sejarah dengan menyalahkan pemerintah sebelumnya terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
"Kepada tuan, persoalan bangsa ini memang selalu ada, untuk itu butuh pemimpin yang bisa menyelesaikan bukan hanya 'ingin' dan 'menyalahkan sejarah'," cuit Hinca, dalam akun Twitter pribadinya @hincapandjaitan, Kamis (19/12).
Sebelumnya, Jokowi mengatakan kasus asuransi Jiwasraya ini terjadi sejak 10 tahun lalu. Ia menyebut kasus ini merupakan masalah yang berat. Namun, ia meyakini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan mampu mengatasinya.
(rzr/arh)