PNS Penabrak Pesepeda di Sudirman Berdinas di Polres Jaksel

CNN Indonesia | Senin, 30/12/2019 15:49 WIB
PNS pengemudi mobil yang menabrak tujuh pengendara sepeda di Jalan Sudirman akan menjalani pemeriksaan di Propam Polres Metro Jakarta Selatan PNS pengemudi mobil yang menabrak tujuh pengendara sepeda di Jalan Sudirman akan menjalani pemeriksaan di Propam Polres Metro Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pengemudi mobil yang menabrak tujuh pengendara sepeda di Jalan Sudirman akan menjalani pemeriksaan di Propam Polres Metro Jakarta Selatan.

Hal tersebut lantaran status Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tersangka berinisial TP di wilayah lingkungan Polres Jakarta Selatan.

"Hari ini, tersangka akan dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polres Jaksel terkait kasus laka lantas dan penggunaan narkobanya karena tersangka adalah ASN Polres Jaksel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Senin (30/12).

Yusri tidak dapat memastikan proses pencabutan status ASN dari tersangka penabrakan tersebut. Menurut dia, pihaknya tak berwenang untuk mencabut status kepegawaian dari ASN.


"Undang-Undang ASN yang mengatur, karena dia PNS bukan anggota Polri," jelasnya.

Polda Metro Jaya telah menyatakan pelaku penabrakan tujuh pesepeda di Jalan Sudirman, Jakarta pada Sabtu (28/12) pagi, positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. Hal itu terungkap setelah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial TP itu menjalani tes.
[Gambas:Video CNN]

Insiden ini bermula dari mobil Toyota New Avanza yang dikemudikan TP itu menabrak iring-iringan sepeda di depan Gedung Summitmas wilayah Jakarta Selatan, sekitar pukul 06.10 WIB.

Pada saat itu, kendaraan yang dikemudikan TP melaju dari arah utara ke Selatan.

Sesampainya depan Gedung Summitmas, TP menabrak rombongan pesepeda hingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

TP yang sudah menjadi tersangka masih ditahan di Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjalani penyidikan.

Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 312 dan 310 UU Nomor 72 Tahun 2008 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (mjo/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK