Usai Demo Tambang, Mahasiswa Halu Oleo Dibacok 'Preman'

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 20:33 WIB
Seorang mahasiswa Kehutanan Universitas Halu Oleo dibacok, diduga terkait unjuk rasa mahasiswa kehutanan soal keberadaan tambang bermasalah di Konawe Utara. Ilustrasi. (Istockphoto/ Zoka74)
Kendari, CNN Indonesia -- Salah satu mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Halu Oleo Kendari Muhamad Iksan (23) diduga dibacok orang tak dikenal, Kamis (2/1). Aksi pembacokan yang diduga dilakukan preman itu dilakukan saat para mahasiswa tersebut usai berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sultra, Kendari, Kamis (2/1).

Berdasarkan keterangan saksi, IK, awalnya mereka mengatasnamakan Pengurus Pusat SYLVA Indonesia atau Ikatan Mahasiswa Kehutanan se-Indonesia menggelar demo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra menyoal keberadaan tambang di Konawe Utara yang diduga bermasalah.

Usai menyampaikan aspirasinya dan ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada, massa pulang di kampus yang satu areal dengan Pascasarjana UHO Kendari di bilangan Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat.


Sekira pukul 13.00 WITA, Iksan bersama rekan-rekannya duduk di halaman jurusan sambil menunggu staf akademik untuk mengurus persiapan kuliah kerja nyata (KKN).

"Jadi, ada lima orang di situ. Tiga orang duduk dan dua orang berdiri. Korban saat itu sementara berdiri," katanya.


Korban dan rekan-rekannya sempat mengetahui keberadaan dua orang yang diduga preman itu menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion. Hanya saja, mereka tidak menghiraukannya.

"Tapi, tiba-tiba datang berhentikan motornya langsung membacok korban. Kita kemudian berhamburan," katanya.

Usai membacok, kedua pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri. Sementara Iksan langsung dilarikan rekan-rekannya ke Puskesmas Kemaraya untuk diobati.

"Kepala Iksan mengalami luka sobek dengan 14 jahitan. Beruntung korban masih sadar," bebernya.

Ia menyebut, kedua pelaku tidak bisa dikenali wajahnya karena mengenakan helm. Namun salah satu pelaku diketahui berbadan gemuk dan satunya memiliki cambang.

"Plat motornya sengaja dilipat agar tidak ditandai. Kami duga, ini sudah direncanakan dari awal," tutur IK.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut, mereka sudah beberapa kali mendapatkan teror dari nomor tidak dikenal melalui telepon dan pesan singkat agar tidak melakukan demo soal keberadaan tambang di Konawe Utara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Nur Akbar mengonfirmasi pihaknya sudah menerima laporan korban dan tengah menyelidiki pelaku pembacokan.

"Ini jelas tindak pidana penganiayaan. Serahkan penanganan ke polisi biar dibantu untuk ungkap dan menangkap pelakunya. Mari kita tenangkan suasana jangan tambah rumit yang justru bisa merugikan masyarakat dan diri kita," ujarnya.

(pnd)