Polri Belum Berencana Pertemukan Novel Baswedan dan Tersangka

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 11:22 WIB
Novel Baswedan ingin bertemu dengan tersangka penyiraman air keras. Namun polisi belum berencana mempertemukan kedua pihak. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri belum berencana mempertemukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Saat ini belum ada [rencana mempertemukan korban dan pelaku]," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/1).

Novel telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (6/1). Argo mengatakan Novel dicecar 56 pertanyaan dalam pemeriksaan itu.


"Garis besar pemeriksaan berkaitan dengan apa yang dialami korban. Mulai dari dia keluar rumah, kemudian berjalan, dia mengalami penyiraman, sampai pertolongan pertama yaitu membasuh mukanya dengan air," jelas Argo.


Namun Argo tidak merinci mengenai hasil pemeriksaan tersebut. Ia hanya mengatakan nantinya hasil pemeriksaan itu akan dijajarkan dengan hasil pemeriksaan saksi lain dan barang bukti yang sudah didapati.

Argo mengatakan pihaknya belum berencana menambah saksi dalam kasus ini. Jika dinilai cukup, kasus akan segera diselesaikan.

"Kalau tidak ada perkembangan lain akan kita kirimkan berkas perkaranya," tambah Argo.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana menyatakan dirinya belum mengerti betul terkait kasus ini.

Novel Baswedan saat diperiksa di Polda Metro Jaya pada Senin (6/1). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ketika ditanya mengenai penanganan kasus Novel ke depan mengingat dirinya baru saja dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya, Nana mengatakan baiknya pertanyaan itu dilontarkan ke tim teknis. Menurutnya, tim tersebut yang menangani dan menyampaikan perkembangan kasus Novel.

"Saya baru masuk, saya mohon waktu," tuturnya.

Namun dia menyatakan akan mengawal proses penyidikan kasus Novel.


Sebelumnya kuasa hukum Novel, Saor Siagian mengungkapkan kliennya ingin bertemu dengan dua tersangka penyiraman air keras, yakni RM dan RB.

Menurut Saor, Novel telah menyampaikan keinginan itu kepada penyidik saat proses pemeriksaan.

"Saudara Novel ingin bertemu dengan kedua tersangka," kata Saor di Polda Metro Jaya, Senin (6/1).

Tersangka penyiraman air keras Novel Baswedan saat dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (28/12/2019). (ANTARA FOTO/Abdul Wahab)
Novel sendiri juga menyatakan dirinya tidak mengenal dua tersangka yang merupakan anggota Polri aktif tersebut. Kepada penyidik kepolisian, Novel juga menyebut bahwa dirinya tak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan kedua tersangka.

Atas dasar itu, Novel menilai tak masuk akal jika aksi penyiraman air keras tersebut berkaitan dengan urusan personel ataupun dendam pribadi.

"Tidak pernah berkomunikasi atas interaksi lainnya baik dalam berkaitan pribadi maupun dinas. Tentunya enggak masuk akal apabila itu adalah urusan personal," kata Novel di Polda Metro Jaya, Senin (6/1).

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono juga menegaskan kepolisian tak pernah menyebut dendam pribadi sebagai motif yang mendasari pelaku kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.


[Gambas:Video CNN] (fey/pmg)