Kumpulkan Koalisi, Jokowi Ingin Bereskan Jiwasraya dan Asabri

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 20:58 WIB
Kumpulkan Koalisi, Jokowi Ingin Bereskan Jiwasraya dan Asabri Presiden Joko Widodo. (Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pimpinan partai politik koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/1). Jokowi membicarakan sejumlah hal, termasuk masalah keuangan di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny Gerard Plate yang ikut pertemuan mengatakan Jokowi memiliki semangat untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya.

"Untuk bagaimana di-handle dan diatasi. Presiden punya semangat untuk menyelesaikan masalah yang sudah lama ini, harus diselesaikan dengan cara baik," kata Plate kepada wartawan.


Dalam menyelesaikan masalah Jiwasraya ini, kata Plate, Jokowi memberikan perlindungan kepada para pemegang polis, khususnya rakyat kecil. Menurutnya, Jokowi ingin masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.


Tak hanya itu, Plate menyebut Jokowi juga membahas masalah yang terjadi di PT Asabri (Persero). Jokowi juga ingin masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

"Semangat menyelesaikan dengan baik itu ada. Cara penyelesaian itu perlu dilakukan dengan tepat," tuturnya.

Lebih lanjut, Plate mengatakan Jokowi turut menyampaikan rencananya soal RUU Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja dan Perpajakan serta RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

"Presiden meng-update rencana di bidang legislasi, ada beberapa undang undang, RUU ada Omnibus Law, ada RUU PDP," katanya.

Selain itu, kata Plate, Jokowi juga menjelaskan perkembangan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

"Kesiapan Indonesia terkait dengan pindahnya ibu kota. Itu bukan saja pindah secara fisik, tapi juga transformasi, termasuk juga transformasi ekonomi," ujarnya.


Plate menyatakan partai koalisi akan mengawal sejumlah hal yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan tersebut. Ia meyakini rencana pemerintah itu akan mulus di DPR, lantaran kursi partai koalisi mencapai 80 persen.

"Koalisi kan sudah 80 persen. Jadi buat apa presiden nanya nanya lagi (minta dukungan), sudah memang kekuatan politik," tuturnya.

Plate menyebut pertemuan tadi dihadiri sejumlah petinggi partai koalisi. Mereka yang hadir antara lain Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Kemudian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu hadir Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, hingga Sekretaris Jenderal PKB Muhammad Hasanuddin Wahid.

Plate menyebut petinggi partai yang hadir khusus partai koalisi yang memiliki kursi di DPR. Sementara itu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tak hadir karena sedang tugas ke luar negeri.


Menurut Plate, dalam pertemuan tadi juga hadir pimpinan DPR, Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Cak Imin. Sementara Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel absen karena ada tugas lain.

Selain itu hadir juga para pimpinan fraksi partai koalisi di DPR serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Ini pertemuan bukan dengan partai koalisi (saja), ini pertemuan terkait dengan masalah negara yang butuh dukungan parlemen, makanya DPR juga ada," katanya. (fra/osc)