Polisi Ingin Secepatnya Bereskan Berkas Tersangka Kasus Novel

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 06:55 WIB
Polisi ingin segera merampungkan pemberkasan dua tersangka kasus penyerangan Novel Baswedan dan melimpahkannya ke kejaksaan. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian belum merampungkan pemberkasan dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan penyidik masih perlu menyusun berkas keterangan sejumlah saksi.

Kendati demikian, ia tak merinci saksi yang dimaksud. Argo hanya memastikan kepolisian bakal segera melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan jika pemberkasan rampung.

"Masih di proses penyidikan karena ada beberapa saksi yang sudah diperiksa dulu-dulu. Kan tinggal kami rampungkan pemberkasannya saja. Secepatnya kami kirimkan ke kejaksaan," kata Argo singkat di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/1).


Diketahui polisi turut memeriksa Novel sebagai korban. Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya pada Senin (6/1) pekan lalu. Argo mengatakan penyidik senior KPK itu dicecar 56 pertanyaan. Meski, ia tetap tak merinci hasil pemeriksaan.
"Garis besar pemeriksaan berkaitan dengan apa yang dialami korban. Mulai dari dia keluar rumah, kemudian berjalan, dia mengalami penyiraman, sampai pertolongan pertama yaitu membasuh mukanya dengan air," jelas Argo.

Argo melanjutkan, hasil pemeriksaan Novel itu bakal disandingkan dengan hasil pemeriksaan saksi lain dan barang bukti yang sudah dikantongi. Ia menuturkan penyidik belum berencana menambah pemeriksaan saksi.

[Gambas:Video CNN]
Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap dalang teror yang mengakibatkan mata Novel nyaris buta. Polisi baru menangkap dua pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka, yakni RB serta RM.

Polisi menjerat dua polisi aktif tersebut dengan pasal pengeroyokan dan penganiayaan. Keduanya saat ini sedang menjalani masa penahanan. Pun demikian sampai saat ini polisi belum juga mengungkap motif kedua tersangka melakukan penyiraman air keras kepada Novel.

(ika/osc)