Salah satu anggota koalisi, Ray Rangkuti, yang juga Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), mengatakan penyerahan jamu secara simbolik ke KPK itu bertujuan agar penyidik dan komisioner tidak menderita diare sehingga dapat bekerja secara optimal dalam memberantas korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dikabarkan terkait dengan kasus dugaan suap yang juga menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku siap dipanggil KPK dalam kasus suap PAW kader PDIP. (CNN Indonesia/ Safir Makki) |
Hasto kemudian muncul pada sore harinya. Ia mengaku sibuk mempersiapkan penyelenggaraan Rakernas I PDIP dan membenarkan soal diarenya. Media sosial kemudian meramaikan kasus ini dengan tagar #hastomencret.
Lebih lanjut, Ray menanti langkah tegas dari KPK terkait perkara yang diduga melibatkan elite partai tersebut. Hal itu disampaikannya menindaklanjuti polemik penyegelan dan penggeledahan yang telah dilakukan oleh tim KPK.
Pihaknya juga berharap penyerahan jamu itu membuat para pimpinan KPK tidak menderita sakit saat mendengar kasus korupsi dengan kerugian negara yang besar, seperti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
"Karena mengingat menjerat nama kepentingan juga jangan sampai komisioner KPK sakit mendengarkan jumlah yang besar ini," tandasnya.
Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Al Habsyi mempertanyakan penyebab kegagalan KPK menggeledah Kantor DPP PDIP dalam kasus itu.
[Gambas:Video CNN]
"Memang itu banyak pertanyaan, kenapa itu bisa jadi kayak kedodoran KPK dan itu tidak biasa," kata dia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).
Ia pun mempertanyakan kaitan antara kegagalan itu dengan revisi UU KPK.
"Kita sudah perubahan undang-undang, apakah perubahan undang-undang itu jadi melemahkan [KPK]? Semestinya tidak terjadi, semestinya (KPK) lebih kuat dan lebih gagah," klaimnya.
Dia pun mengaku akan memperdalam hal tersebut dalam rapat kerja bersama KPK yang digelar dalam waktu dekat.
(ryn/mts/arh)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku siap dipanggil KPK dalam kasus suap PAW kader PDIP. (