Suara Karyawan TVRI: Selama Ini Honor dan Produksi Berkurang

tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 14:42 WIB
Sebagian karyawan TVRI mengaitkan pemecatan Helmy Yahya dengan langkah membeli hak siar Liga Inggris. Honor dan produksi berkurang. Gedung TVRI di Jakarta. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian karyawan TVRI mengaitkan pemecatan Direktur Utama Helmy Yahya dengan langkahnya membeli hak siar Liga Inggris. Mereka menilai kebijakan itu memengaruhi produksi dan kesejahteraan karyawan TVRI.

Salah seorang kamerawan, Bobby, mengatakan sejak menyiarkan Liga Inggris, TVRI mengurangi produksinya. Honor sistem kerabat kerja (SKK) untuk karyawan produksi pun berkurang drastis.


"Masalahnya Liga Inggris nilainya Rp40 miliaran. Kalau dibuat produksi sendiri di studio, sudah banyak sekali. Itu cuma dapat satu acara, Liga Inggris. Sementara teman-teman produksi enggak kerja," kata Bobby saat ditemui CNNIndonesia.com di salah satu warung kopi di kawasan TVRI, Jakarta, Jumat (17/1).


Bobby mengatakan studio-studio produksi TVRI sudah jarang beroperasi enam bulan terakhir. Banyak karyawan produksi yang jarang datang ke kantor karena tak punya uang.

Padahal menurutnya, SKK menjadi salah satu tumpuan pemasukan karyawan TVRI.

"Walau sedikit, tapi itu cukuplah untuk ongkos teman-teman ke kantor. Ketika enggak ada, untuk ke kantor pun teman-teman enggak punya ongkos. Tapi kalau enggak ke kantor ada sanksi, ada dilema di sini," tuturnya.

Suara Karyawan TVRI: Selama Ini Honor dan Produksi BerkurangKantor Dewan Pengawas TVRI disegel. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)
Karyawan lainnya, Dhoni juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menyebut sejak kepemimpinan direksi besutan Helmy, bahkan ada pemotongan uang makan sebagai hak karyawan.


Dhoni juga mengeluhkan sistem mutasi jabatan yang janggal. Ia mengaku dicopot dari tiga jabatan fungsional selama rezim Helmy Yahya.

"Saya sendiri, saya ini dalam kepemimpinan direksi ini dilucuti dari tiga jabatan fungsional. Tadinya produser salah satu berita, saya koordinator penyiar, dan saya juga penyiar berita," kata Dhoni kepada CNNIndonesia.com.

Saat ini, kata Dhoni, ia tak lagi punya jabatan apapun. Sejak empat bulan lalu ia pun tak lagi diberi jadwal siaran. Dhoni juga dimutasi ke Surabaya tanpa alasan yang jelas.

Dia bahkan menegaskan penyegelan Kantor Dewas TVRI bukan tindakan karyawan. Dhoni menyebut ada pihak yang mencatut nama karyawan dalam polemik pemecatan Helmy Yahya.

"Perlu diketahui yang segel ruangan Dewas kemarin adalah segelintir pejabat-pejabat struktural yang selama ini ikut menikmati,
dan mereka tidak didukung karyawan yang jumlahnya ribuan," ujarnya.

"Ini pembelajaran karyawan dan jajaran TVRI bahwa siapapun yang memimpin dengan kesewenang-wenangan, dengan agenda-agenda pribadi, pasti harus dikenakan sanksi," tuturnya.

CNNIndonesia.com berusaha menghubungi pihak Helmy Yahya terkait klaim beberapa karyawan tersebut. Namun belum ada respons hingga berita ini ditayangkan.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK