Dewas TVRI: Segel Ruangan oleh Karyawan untuk Cari Simpati

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 21:53 WIB
Dewas TVRI: Segel Ruangan oleh Karyawan untuk Cari Simpati Kantor Dewan Pengawas TVRI disegel Karyawan TVRI usai pemecatan Direktur Utama Helmy Yahya. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengawas (Dewas) TVRI Arief Hidayat Thamrin menilai penyegelan ruangan Dewas oleh karyawan TVRI setelah Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dipecat sekadar ingin mendapatkan simpati dan penggiringan opini.

"Saya rasa itu penggiringan opini, yang sifatnya adalah, untuk mendapat simpati di media. Kami ini bukan selebriti, kami hanya menjalankan tugas," kata Arief saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Komisi II di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (21/1).


Dewas TVRI: Segel Ruangan oleh Karyawan untuk Cari SimpatiKantor Dewan Pengawas TVRI disegel Karyawan TVRI usai pemecatan Direktur Utama Helmy Yahya. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)
Tak hanya itu, Arief menegaskan bahwa pergantian pimpinan sebuah lembaga merupakan hal biasa. Pergantian pimpinan lembaga negara, menurutnya, tak bisa dikaitkan dengan reputasi seseorang.


Arief menuturkan Dewas akan menyiapkan proses pergantian Dirut TVRI pengganti Helmy Yahya. Ia juga berkomitmen untuk mengembalikan TVRI ke tugas, pokok dan fungsi awalnya ketimbang yang terjadi saat ini.

"Agar lancar dan karyawan bisa menerimanya, sehingga kesejahteraan bisa lebih baik," kata dia.

Karyawan TVRI pada 17 Januari 2020 lalu menyegel ruangan Dewas sebagai respons terhadap pemecatan Helmy Yahya. Salah satu karyawan TVRI, Agil mengatakan ada sekitar 4.000 dari total 4.800 karyawan TVRI yang tidak setuju dengan pemecatan Helmy.

[Gambas:Video CNN]

Menurut mereka, Dewas telah bertindak semena-mena, subjektif, dan tidak pernah melihat pencapaian direksi di bawah kepemimpinan Helmy Yahya.

"Dewas LPP TVRI, berniat untuk mengerdilkan kembali TVRI. Oleh karena itu, bersama pernyataan ini kami sampaikan mosi tidak percaya kepada Dewas LPP TVRI," kata Agil. (rzr/fea)