Soal Kontraktor Monas, Pemprov DKI Akui Awalnya Kurang Yakin

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 23:20 WIB
Soal Kontraktor Monas, Pemprov DKI Akui Awalnya Kurang Yakin Suasana pembangunan proyek revitalisasi Taman Monas, Jakarta, Rabu (22/1). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengaku pada awalnya kurang yakin dengan kontraktor proyek revitalisasi Monas, PT Bahana Prima Nusantara. Namun, itu berubah setelah melihat perkembangan pembangunan.

Hal itu dikatakannya menanggapi keraguan sejumlah pihak soal kredibilitas kontraktor karena lokasi kantornya disebut berada di 'perkampungan'.

"Awalnya saya juga kurang yakin ya. Tapi pengerjaan kita sudah sekitar 80 persen saya percaya mereka berkompeten dan tidak ada masalah," jelas dia, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/1).


"Dia juga pernah mengerjakan proyek masjid agung di Sumbar. Jadi ya saya pikir kita jangan lihat dari luarnya saja ya," lanjut Heru.

Ia juga menyatakan kontraktor ini sudah melalui tender sesuai dengan peraturan yang berlaku. Semua administrasi proses tender, kata dia, sudah diverifikasi oleh Badan Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta.



"Kita menerima hasil BPPBJ setiap ketentuan sampai perizinan akan dicek sebelum masuk ke BPPBJ salah satunya soal izin usaha," kata Heru.

Sebelum tahapan tender itu, Heru mengungkapkan setiap kontraktor dicek kemampuan badan usahanya. Para personel dari kontraktor pun dicek keahliannya dalam mendukung pekerjaan dan proses tender.

"Personelnya diuji dengan sertifikat keahliannya. Dalam lelang juga tidak dibatasi kok dari daerah mana tempat mana dan berkomunikasi di mana," jelas dia.

Sebelumnya, politikus PSI Justin Adrian Untayana menyataan PSI menemukan alamat kontraktor pemenang tender revitalisasi Monas berada di permukiman dengan jalan sempit.

"Saya dengan tim di Fraksi PSI mulai mulai mencari tahu mengenai perusahaan pemenang lelang, alamat & kontak yang bisa dihubungi.Saat melakukan pencarian, ternyata kantornya di tengah permukiman dengan akses jalan kecil," kata Justin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).

Belakangan, PSI mengirimkan tim untuk mengecek alamat yang dimaksud. Mereka mendapati sebuah kantor virtual yang disewa berbagai macam perusahaan.

[Gambas:Video CNN]
"Karena kantor perusahaan konstruksi yang memegang proyek puluhan milyar, logisnya membutuhkan tempat untuk urusan administrasi, tempat kerja tim ahli, serta menaruh alat kerja, bahkan mungkin kendaraan angkut, dan alat berat," tegas dia.

Pada penghujung rapat di DPRD DKI hari ini, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda meminta Dinas Citata untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi Momas yang sudah menebang 190 pohon. Pasalnya, ada ketentuan dalam Keputusan Presiden yang mengatur soal pembangunan di Monas yang disinyalir tak dipenuhi pihak Pemprov DKI.


(CTR/arh)