Camat Sebut Ular Weling di Bandung Ditemukan Korban di Sawah

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 06:52 WIB
Camat Sebut Ular Weling di Bandung Ditemukan Korban di Sawah Ilustrasi ular weling. (Istockphoto/Puripat penpun)
Bandung, CNN Indonesia -- Seorang anak warga Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung bernama Andi Ramdani (11) tewas usai dipatuk ular weling (bungarus candidus). Nyawa siswa SD itu tak terselamatkan usai dipatuk ular berbisa tersebut pada Rabu (22/1).

Semula seperti dilansir dari Antara, ibu korban menyebut anaknya mendapat ular weling dari orang tak dikenal. Namun Pelaksana tugas (Plt) Camat Ujung Berung Didin Dikayuana membantahnya.

Didin mengatakan, ular weling yang menggigit Andi adalah hasil tangkapannya. 


"Jadi dia itu menangkap ular pada Selasa (21/1). Ularnya itu ada di belakang rumahnya. Enggak jauh dari rumah itu ada sawah kering," kata Didin saat dihubungi Kamis (23/1).

Setelah Andi menangkap ular tersebut, kemudian dipelihara dengan cara disimpan di dalam akuarium kering. Andi disebutkan memelihara ular itu, karena tergiur ucapan temannya bakal laku dijual Rp500 ribu.

"Kemudian besoknya atau Rabu (22/1) dia mau menunjukkan ke teman-temannya kalau dia punya ular. Waktu itu sekitar jam 9 pagi," ucap Didin.

"Temannya yang lain bilang kalau ular weling itu suka gigit. Tapi anak itu bilangnya bisa ular sudah dibuang," sambung Didin.

Tak lama setelah dipamerkan ke teman-temannya, ular tersebut menggigit jari jari tangan Adi. Setelah tergigit ular, Adi pulang ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun keadaan rumah sedang kosong. Orang tua Andi kala itu sedang mengikuti kegiatan rapat di kantor kelurahan.

"Kemudian ibunya pulang setelah ikut rapat itu. Setelah dilihat luka di tangan anaknya diberi air hangat yang berisi garam," kata Didin.

[Gambas:Video CNN]
Tak lama kemudian, Andi semakin kesakitan. Kondisi Andi semakin mengenaskan saat itu hingga tak sadarkan diri.

Orang tua Andi, Diah (38) sempat melarikan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung. Namun nyawa bocah malang itu tak tertolong.

(hyg/kid)