Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengungkapkan pasien tersebut hanya mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Negatif, sebentar lagi mungkin sudah boleh pulang," kata Yurianto saat dikonfirmasi, Jumat (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Yurianto turut memastikan tiga turis asal China di Bali negatif corona. Dia menyebut tiga orang itu sudah boleh pulang.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, RSPI Sulianti Saroso merawat seorang pasien suspect corona. Suspect tersebut baru kembali ke Indonesia dari China pada Rabu (22/1).
Sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta, penumpang itu terdeteksi oleh pemindai panas atau thermal scanner memiliki panas di atas 38 derajat Celcius. Sang suspect kemudian mendapat Health Alert Card.
Pemerintah telah menetapkan status Siaga 1 untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan, China. Alat deteksi panas tubuh dikerahkan ke bandara dan pintu masuk lain untuk mengecek kesehatan orang-orang yang datang dari luar negeri.
Yurianto menyebut kegaduhan soal virus Corona membuat masyarakat Indonesia menganggap semua hal yang baru datang dari China terjangkit virus itu. Padahal, anggapan itu salah besar.
"Ini yang kemudian jadilah ke mana-mana dan memunculkan kegelisahan sehingga kemarin, 'Wah ini ada pegawai Huawei nih baru dari China ini, wah langsung corona'. Kalo dari sana (China) semua (terjangkit corona) ya repot, ponsel saya bisa-bisa kena (corona), ini ponsel China," kata Yurianto sembari bercanda.
Yurianto menjelaskan Indonesia telah menerapkan prosedur operasional standar khusus usai wabah corona. Pemeriksaan kesehatan di pelabuhan dan bandara yang melayani perjalanan dari China diperketat. (dhf/wis)