Panja Jiwasraya Mulai Bekerja, Erick Thohir Dipanggil Rabu

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 06:24 WIB
Panja Jiwasraya Mulai Bekerja, Erick Thohir Dipanggil Rabu Forum Agen Asuransi Jiwasraya unjuk rasa di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia Kerja (Panja) Asuransi Jiwasraya DPR mengagendakan pemanggilan terhadap Menteri BUMN, Erick Thohir, Rabu (29/1). Anggota Panja Jiwasraya dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi mengatakan pemanggilan dilakukan untuk mengetahui detail dan skema pengamanan uang negara dan penyelamatan dana nasabah.

"Rabu kami undang Menteri BUMN bersama direksi Jiwasraya," kata Baidowi dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (26/1).

Baidowi Panja Jiwasraya juga akan meminta keterangan pakar asuransi dan pakar saham dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), Selasa (28/1). Baidowi mengatakan pemanggilan dilakukan untuk mengetahui ataupun mendapatkan gambaran terkait skema jasa asuransi dan pasar modal.


"Ini penting untuk mengetahui di mana letak maladministrasi tata kelola jiwasraya," kata politikus yang akrab disapa Awiek tersebut.

Panja, kata dia, menilai jika dalam beberapa kesempatan pemerintah menargetkan pengembalian uang nasabah memakan waktu empat tahun, maka DPR berwenang mengetahui skema yang digunakan.

"Bagaimana skemanya? Apakah tidak bisa dipercepat?," kata dia.

Baidowi mengatakan panja juga akan mengundang direksi lama, bahkan yang ditahan di Kejaksaan Agung.

"Akan kami upayakan didatangkan dengan berkoordinasi dgn komisi terkait. Juga akan memanggil menteri BUMN sebelumnya," kata dia.

[Gambas:Video CNN]


Usai pemanggilan dan keterangan didapatkan, kata dia, panja akan mendengarkan keterangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akuntan publik hingga PPATK.

"Kami tempuh dalam waktu cepat untuk meyakinkan publik bahwa panja tidak sekadar seremonial," tegasnya.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (panja) mengenai pengawasan kinerja industri jasa keuangan.

Panja ini dibuat untuk menyelesaikan persoalan yang tengah mendera PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bersama 1912, PT Asabri (Persero), PT Taspen (Persero), dan PT Bank Muamalat Tbk. (ain/ain)