Mantan Ketua KPU Sultra itu menyebut putrinya bernama Yayu Indah Maharani Hidayatullah (19) baru tiga bulan berada di sana.
"Sekarang baru mau kuliah. Namun, akibat wabah virus corona ini membuat mereka terisolir di asrama," kata Hidayatullah, Senin (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat isolasi tersebut, mahasiswa Indonesia mulai kesulitan dengan pemenuhan pangan mereka. Sebab, makanan mulai langka. Jikalau pun ada, kata dia, harganya mulai mahal. Walhasil, ia khawatir putri dan rekan-rekannya asal Indonesia kesulitan.
"Ini harus jadi perhatian oleh KBRI di China soal ketersediaan logistik anak-anak kita," imbuh Hidayatullah.
Ia menyebut, sebagai orang tua khawatir dengan kondisi anaknya yang saat ini hanya mengandalkan logistik tersisa yang mulai menipis.
Hidayatullah juga sudah berkoordinasi dengan pihak KBRI di Beijing agar mahasiswa asal Indonesia segera dievakuasi dari Wuhan. Sebab, beberapa negara lain sudah mengeluarkan warganya dari daerah yang terisolasi virus corona ini.
"Sebagai orang tua, saya tidak nyenyak tidur sampai saat ini. Saya terus memikirkan anak saya di sana," katanya.
Orang tua salah satu mahasiswa Kendari yang berkuliah di Wuhan, Provinsi Hubei, China.(CNN Indonesia/Pandi) |
Diketahui, WNI yang tercatat berada di wilayah karantina total berjumlah 243 orang. Mereka semua tersebar di 15 kota yang ada di Provinsi Wubei.
"Semua dari kita dan negara-negara lain juga bergantung dari sejauh mana pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok) bisa berikan pertimbangan dan saran tindakan evakuasi," ujar Teuku Faizasyah di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (27/1).
[Gambas:Video CNN]
Pertimbangan itu, kata dia, salah satunya berkaitan dengan sejauh mana evakuasi bisa dilakukan apakah langsung diterbangkan ke Indonesia atau dievakuasi keluar dari wilayah karantina dan tetap berada di wilayah China.
Dia juga menyebut, telah banyak negara lain yang ingin segera melakukan evakuasi terhadap warga mereka yang saat ini ada di Wuhan.
Hingga kini virus corona telah menewaskan 80 orang dan menginfeksi lebih dari 2.700 orang di penjuru China. China juga telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya daerah Wuhan yang diduga merupakan tempat asal virus corona.
